2026/01/15

Pengalaman Mengikuti Perayaan Zhongqiu


Oleh: Fedeora Oriana Waldy, Ekskul Jurnalistik, SMP Bina Budi Mulia Malang

*) Catatan

Menggunakan struktur BLANKON-ERS


Berjumpa Realita

Perayaan Zhongqiu di Sekolah Bina Budi Mulia pada 11 Oktober 2025 menjadi momen kebersamaan yang berkesan. Siswa, guru, dan orang tua berkumpul dalam satu kegiatan yang penuh makna. Penampilan dari berbagai kelas menunjukkan beragam bakat siswa. Workshop pembuatan mooncake mengajarkan bahwa tradisi dapat dinikmati oleh semua usia. Dari kegiatan ini, kami belajar hidup rukun dalam perbedaan. 

Lacak Jejak Sosial

Kegiatan Zhongqiu menunjukkan jejak sosial yang kuat di lingkungan sekolah. Interaksi antara siswa, orang tua, dan guru terlihat saat bazar dan permainan berlangsung. Stan bazar yang dikelola orang tua menunjukkan dukungan keluarga terhadap sekolah. Siswa belajar bersosialisasi dengan cara yang menyenangkan. Hubungan antarwarga sekolah pun menjadi lebih erat.

Analisis Ruang dan Struktur Sosial

Pada perayaan Zhongqiu, ruang sekolah dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. Lapangan digunakan untuk penampilan kelas, halaman sekolah menjadi area bazar, dan lantai 2 serta 4 dipakai untuk permainan. Setiap ruang memiliki fungsi yang mendukung kebersamaan. Kerja sama antara siswa, guru, dan orang tua terlihat jelas. Hal ini menunjukkan bahwa ruang sekolah dapat membentuk hubungan sosial yang positif.

Nilai yang Terluka

Dalam kegiatan bersama, terkadang muncul perbedaan pendapat atau persaingan kecil saat bermain. Hal ini membuat siswa belajar bahwa nilai kebersamaan harus dijaga. Dengan arahan guru, konflik kecil dapat diselesaikan dengan baik. Siswa belajar saling menghargai dan memahami perasaan orang lain. Perayaan Zhongqiu menjadi kesempatan untuk memperbaiki sikap dan memperkuat kebersamaan.

Kesadaran Diri

Perayaan Zhongqiu membantu siswa mengenali diri sendiri dalam kehidupan sosial. Saat tampil di panggung atau mengikuti workshop mooncake, siswa belajar percaya diri. Mereka juga belajar bersikap baik saat berinteraksi dengan orang lain. Setiap siswa menyadari perannya dalam kegiatan bersama. Kesadaran diri ini penting untuk membentuk sikap tanggung jawab.

Olah Rasa dan Empati

Melalui kegiatan Zhongqiu, siswa belajar peduli terhadap sesama. Kakak kelas belajar bersabar saat mendampingi adik kelas dalam permainan. Workshop mooncake menjadi momen berbagi pengalaman antarusia. Penonton juga belajar menghargai usaha teman-teman yang tampil. Dari kebersamaan ini, rasa empati tumbuh dengan baik.

Niat Perubahan

Perayaan Zhongqiu menumbuhkan niat untuk berubah menjadi lebih baik. Siswa belajar bahwa tradisi dapat menjadi sarana pembelajaran karakter. Kegiatan bazar melatih kerja sama dan tanggung jawab. Dari pengalaman ini, siswa terdorong menjaga kebiasaan baik di sekolah. Niat perubahan ini diharapkan terus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Etika Beradab

Selama perayaan berlangsung, siswa dilatih untuk bersikap sopan dan tertib. Mereka belajar berinteraksi dengan baik saat bazar dan workshop. Siswa juga diajarkan menghargai penampilan kelas lain dengan tertib. Guru memberi contoh sikap saling menghormati. Dengan etika yang baik, kegiatan berjalan lancar dan menyenangkan.

Rasa Memiliki Ruang Sosial

Perayaan Zhongqiu menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan sekolah. Siswa merasa sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat berbagi kebahagiaan. Keterlibatan orang tua dalam bazar memperkuat kebersamaan. Ruang sekolah dijaga dan dimanfaatkan bersama. Rasa memiliki ini mempererat hubungan seluruh warga sekolah.

Sikap Merawat Nilai

Perayaan Zhongqiu mengajarkan pentingnya merawat nilai kebersamaan dan toleransi. Semua kegiatan melibatkan berbagai pihak tanpa membedakan usia. Nilai kerja sama terlihat sejak persiapan hingga acara selesai. Siswa belajar bahwa nilai harus dipraktikkan, bukan hanya dipahami. Dengan merawat nilai tersebut, sekolah menjadi lingkungan yang nyaman dan berbudaya.

Postingan Terkait

Cari Blog Ini