Belajar Mandiri dan Kerja Sama di Perkemahan Pramuka
Pada tanggal 11–13 September 2025, saya mengikuti kegiatan perkemahan Pramuka di Ledok Ombo yang dilaksanakan sebagai bagian dari pembelajaran di luar kelas. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung tentang hidup sederhana di alam terbuka. Selama perkemahan, kami belajar bekerja sama, mandiri, dan bertanggung jawab dalam setiap kegiatan. Banyak nilai penting yang kami pelajari, seperti disiplin, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama. Pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga yang membentuk sikap dan karakter kami sebagai pelajar.
Oleh : Kaia Redjo Wibowo, Ekskul Jurnalistik, SMP Bina Budi Mulia Malang
*) Catatan
Menggunakan struktur BLANKON-ERS
B – Berjuang Menghadapi Realita
Dalam kegiatan perkemahan, murid belajar berjuang menghadapi kehidupan sederhana di alam terbuka. Mereka harus bangun pagi, mengatur waktu, dan menyesuaikan diri tanpa fasilitas lengkap seperti di rumah. Kegiatan mendirikan tenda, memasak, dan jelajah alam melatih kekuatan fisik dan mental. Rasa lelah dan cuaca yang berubah-ubah menjadi tantangan tersendiri. Dari pengalaman ini, murid belajar arti usaha dan tidak mudah menyerah.
L – Lacak Jejak Sosial
Perkemahan menjadi tempat murid berinteraksi dengan teman dan guru. Kerja sama terlihat saat mendirikan tenda, memasak, dan mengikuti kegiatan bersama. Setiap murid belajar memahami peran masing-masing dalam regu. Komunikasi dan kebersamaan selama kegiatan membuat hubungan sosial semakin erat. Murid belajar hidup rukun dan saling menghargai.
A – Analisis Jejak dan Struktur Sosial
Selama perkemahan, murid belajar memahami struktur sosial dalam regu dan kelompok besar. Ada pembagian tugas, pemimpin regu, dan tanggung jawab yang harus dijalankan bersama. Kegiatan seperti apel, baris-berbaris, dan jelajah alam membutuhkan kerja sama dan koordinasi. Murid menyadari bahwa setiap peran sama pentingnya. Hal ini membantu mereka memahami cara kerja dalam masyarakat.
N – Nilai yang Terluka
Dalam perkemahan, terkadang muncul perbedaan pendapat atau kesalahpahaman. Hal ini bisa menimbulkan rasa kesal atau tidak nyaman. Dengan bimbingan guru dan kegiatan refleksi malam, murid diajak memahami perasaan diri sendiri dan orang lain. Mereka belajar meminta maaf dan memaafkan. Pengalaman ini melatih kedewasaan emosi murid.
K – Kesadaran Diri
Perkemahan membantu murid mengenal kemampuan dan keterbatasan diri. Kegiatan fisik dan kerja kelompok melatih kemandirian dan tanggung jawab. Murid belajar mengendalikan emosi saat lelah atau menghadapi kesulitan. Renungan malam menjadi waktu untuk merenungkan sikap dan tindakan diri sendiri. Kesadaran diri ini penting untuk membentuk karakter yang lebih baik.
O – Olah Rasa dan Empati
Selama berkemah, murid belajar peduli terhadap sesama. Mereka saling membantu ketika ada teman yang kesulitan atau kelelahan. Tinggal bersama dalam satu tenda menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian. Kegiatan pembinaan iman juga mengajarkan sikap saling menghormati. Empati menjadi nilai penting yang tumbuh selama perkemahan.
N – Niat Perubahan
Pengalaman perkemahan menumbuhkan niat murid untuk berubah menjadi lebih baik. Disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama terus dilatih selama kegiatan. Setiap refleksi membantu murid menyadari sikap yang perlu diperbaiki. Murid terdorong menerapkan kebiasaan baik di sekolah dan di rumah. Perkemahan menjadi awal perubahan sikap dan karakter.
E – Etika Beradab
Perkemahan mengajarkan murid untuk bersikap sopan dan beradab. Mereka dibiasakan menaati aturan, menghormati pembina, dan menjaga sikap saat berbicara. Dalam kegiatan bersama, murid belajar saling menghargai. Etika juga diterapkan dalam menjaga kebersihan lingkungan perkemahan. Sikap ini penting untuk kehidupan sehari-hari.
R – Rasa Memiliki Ruang Sosial
Selama perkemahan, murid merasakan bahwa lingkungan kemah adalah milik bersama. Mereka bertanggung jawab menjaga kebersihan dan ketertiban area perkemahan. Merawat tenda dan fasilitas bersama menumbuhkan rasa memiliki. Kebersamaan ini memperkuat ikatan antaranggota regu. Murid belajar menjaga ruang sosial secara bersama-sama.
S – Sikap Merawat Nilai
Perkemahan menjadi sarana menanamkan nilai-nilai positif. Nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan toleransi diterapkan langsung dalam kegiatan. Murid dilatih untuk konsisten menjalankan nilai tersebut. Melalui pengalaman nyata, nilai tidak hanya dipahami tetapi juga dipraktikkan. Sikap ini diharapkan terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari.


