UNIKAMA Beri Pembekalan Kurikulum PAUD Berbasis Al-Qur’an
Malang, 25 April 2026 — Transformasi pendidikan anak usia dini kembali mendapat sorotan dalam kegiatan Pembekalan Kurikulum KB TK Tahfidz Hamqa yang mengangkat tema besar “Kurikulum PAUD Berbasis Al-Qur’an”. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Siti Muntomimah, S.Pd., M.Pd, Kaprodi PG PAUD Unikama, sebagai pemateri utama yang memberikan perspektif strategis sekaligus reflektif terhadap arah pendidikan anak usia dini berbasis nilai-nilai keislaman.
Sejak awal sesi, suasana aula TK Tahfidz Hamqa terasa hidup, sebab peserta tidak hanya datang untuk mendengar, melainkan juga untuk menyelaraskan visi pendidikan yang lebih bermakna. Hal ini penting, karena kurikulum bukan sekadar dokumen administratif, melainkan fondasi nilai yang akan membentuk karakter generasi masa depan.
Kurikulum sebagai Ruh Pendidikan
Dalam pemaparannya, Dr. Siti Muntomimah menegaskan bahwa kurikulum PAUD berbasis Al-Qur’an bukan hanya tentang mengajarkan hafalan, tetapi juga menanamkan nilai kehidupan.
“Kurikulum berbasis Al-Qur’an harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang utuh. Artinya, anak tidak hanya mengenal ayat, tetapi juga merasakan makna dan menghidupkannya dalam perilaku sehari-hari,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa integrasi nilai Qur’ani dalam pembelajaran harus dilakukan secara kontekstual. Dengan demikian, anak dapat memahami nilai kejujuran, kasih sayang, dan tanggung jawab melalui aktivitas bermain yang terarah.
Pendekatan Holistik dan Kontekstual
Selain itu, pendekatan yang digunakan dalam kurikulum ini menekankan pada aspek holistik. Artinya, perkembangan anak tidak dilihat secara parsial, melainkan sebagai satu kesatuan antara kognitif, afektif, sosial, dan spiritual.
Di sisi lain, implementasi kurikulum ini juga menuntut kreativitas guru. Sebab, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator nilai. Oleh karena itu, pembekalan seperti ini menjadi sangat penting untuk meningkatkan kapasitas pendidik.
Tantangan dan Peluang
Namun demikian, penerapan kurikulum berbasis Al-Qur’an tidak lepas dari tantangan. Salah satunya adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara capaian akademik dan pembentukan karakter.
Meski begitu, Dr. Siti melihat hal ini sebagai peluang besar.
“Jika dilakukan dengan tepat, kurikulum ini justru menjadi kekuatan utama dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak. Ini yang menjadi kebutuhan zaman saat ini,” tegasnya.
Dampak bagi Pendidikan Anak Usia Dini
Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan para pendidik mampu:
Mengintegrasikan nilai Al-Qur’an dalam kegiatan belajar sehari-hari
Mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan
Membangun lingkungan belajar yang religius dan humanis
Lebih jauh lagi, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bersama bahwa pendidikan anak usia dini adalah investasi jangka panjang yang tidak bisa dilakukan secara instan.
Penutup: Dari Kurikulum Menuju Peradaban
Pada akhirnya, pembekalan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah strategis dalam membangun peradaban melalui pendidikan. Sebab, ketika kurikulum dirancang dengan nilai yang kuat, maka arah pendidikan pun menjadi jelas.
Dan di titik inilah, kurikulum berbasis Al-Qur’an menemukan relevansinya—bukan hanya sebagai konsep, tetapi sebagai gerakan nyata untuk membentuk generasi yang berilmu, beriman, dan berkarakter.



