2026/04/17

Mahasiswa UNIKAMA: Dari Aset yang Kamu Bangun, Pengaruhmu Akan Tumbuh

 

Malang, 16 April 2026 – Mahasiswa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang mengikuti kegiatan eksplorasi edukatif dengan menyusuri bunker bersejarah peninggalan tahun 1930-an. Kegiatan ini tidak hanya menjadi perjalanan historis, tetapi juga momentum strategis untuk membangun kesadaran akan pentingnya kepemimpinan dan aset digital di era modern.

Bunker yang menjadi lokasi utama kegiatan ini merupakan salah satu aset historis yang dikelola oleh Haris, Founder Gedong Ijen. Dalam penjelasannya, bunker tersebut memiliki nilai sejarah tinggi yang merepresentasikan perjalanan masa lalu sekaligus menjadi sumber pembelajaran kontekstual bagi generasi muda saat ini.

Kegiatan ini semakin bermakna dengan hadirnya Engelbertus Kukuh Widijatmoko, dosen Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, yang memberikan materi tentang kepemimpinan dan transformasi aset digital. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan di era digital tidak lagi hanya berbasis pada jabatan, tetapi pada kemampuan membangun pengaruh melalui karya.

“Diri kita adalah aset. Ketika karya kita dikemas dan didistribusikan secara digital, maka nilai diri akan terus bertumbuh dan berdampak luas,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggara selaku Leader Tim Muzike Indonesia turut memberikan wawasan praktis terkait peluang besar di dunia digital. Ia menjelaskan bahwa berbagai platform saat ini membuka ruang luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari karya digital yang dihasilkan.

Penguatan perspektif juga disampaikan oleh Kepala Desa Sitirejo, Buang Suharja, yang telah memiliki lisensi internasional. Ia memberikan peneguhan bahwa pengelolaan aset digital secara serius mampu menjadi jalan menuju kemandirian dan pengakuan global.

Interaksi aktif terlihat sepanjang kegiatan. Mahasiswa diberikan ruang untuk berdialog, menyampaikan gagasan, serta berdiskusi secara terbuka. Forum ini menjadi wadah reflektif sekaligus eksploratif dalam membangun pola pikir kritis dan kreatif.

Kegiatan ini menegaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar posisi, melainkan kekuatan pengaruh yang dibangun melalui karya nyata. Dalam konteks digital, karya yang terasetkan dengan baik berpotensi menjadi inspirasi, bahkan role model bagi banyak orang.

Postingan Terkait

Cari Blog Ini