2026/04/27

Bencana Lisan di Ruang Akademik: Refleksi Psikologis

 يَمُوْتُ الفَتَى مِنْ عَثْرَةٍ مِنْ لِّسَـــــانِهِ ۞ وَلَيسَ يَمُوتُ الْمَرْءِ مِنْ عَثْرَةِ الرِّجْلِ

MATINE WONG ANOM SEBAB KEPLESET LISANE 

ORA KOK MATINE SEBAB KEPLESET SIKILE

(Seorang pemuda akan mati karena terpeleset lisannya, tidaklah akan mati seseorang karena terpeleset kakinya).

فَعَثْرَتُهُ مِنْ فِيْــــهِ تَرْمِىْ بِرَأْسِـهِ ۞ وَعَثْرَتُهُ بِالرِّجْلِ تَبْرَى عَلَى الْمَهْلِ

DENE MLESETE LISAN NEKAKKE BALANG ENDAS 

 DENE MLESETE SIKIL SUWE SUWE BISO WARAS

(Karena terpelesetnya mulut bisa melenyapkan kepalanya, sementara terpelesetnya kaki lama-lama akan sembuh).


Oleh :  Syahrul Mubarok—Sarjana Psikologi UIN

Bait dari Kitab Alala (yang menyadur Ta'lim al-Muta'allim) di atas adalah teguran keras nan puitis yang melintasi zaman. Luka karena terpeleset kaki mungkin bisa sembuh dengan beberapa olesan obat dalam hitungan hari. Namun, "terpelesetnya lisan" dapat menghancurkan martabat, mencoreng nama baik almamater, dan meninggalkan trauma psikologis yang sangat dalam bagi korbannya.

Pesan ulama terdahulu ini terasa begitu menusuk dan relevan jika kita melihat rentetan degradasi moral yang baru-baru ini mencoreng wajah pendidikan tinggi di Indonesia.

Dari Layar Grup Chat UI hingga Alunan Lagu ITB

Sebelum publik dihebohkan oleh insiden di Institut Teknologi Bandung (ITB), kita lebih dulu dikejutkan oleh kasus dugaan pelecehan seksual verbal yang terjadi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI). Beredar tangkapan layar sebuah grup chat mahasiswa yang secara terang-terangan berisi percakapan tidak etis, merendahkan martabat perempuan, dan mengobjektifikasi rekan sesama mahasiswi mereka.

Belum reda rasa kecewa publik atas tragedi verbal di UI, ruang maya kembali disuguhkan fenomena serupa dari mahasiswa ITB. Sebuah video viral memperlihatkan sekelompok mahasiswa menyanyikan lagu himpunan berjudul "Erika". Di balik riuhnya tawa dan kebersamaan mereka, lagu tersebut memuat lirik vulgar yang secara gamblang menjadikan tubuh perempuan sebagai objek candaan.

Dua kasus dari dua institusi bergengsi ini memunculkan satu pertanyaan besar: "Bagaimana bisa kaum intelektual muda dengan mudahnya merendahkan martabat orang lain melalui lisannya atas nama candaan?"

Anatomi "Candaan" dalam Tinjauan Psikologi Sosial

Dalam kacamata psikologi sosial, apa yang terjadi pada mahasiswa UI dan ITB dapat dijelaskan melalui fenomena Deindividuation (deindividuasi) dan dorongan Konformitas.

Ketika seseorang berada di balik anonimitas grup obrolan tertutup (seperti kasus UI) atau melebur dalam euforia massa dan "tradisi himpunan" (seperti kasus ITB), kesadaran moral pribadi sering kali tumpul. Mereka merasa tanggung jawab atas ucapan tersebut dibagi rata dengan kelompoknya, sehingga rem kendali diri pun blong.

Banyak yang ikut-ikutan tertawa atau mengetik hal tak pantas hanya agar diterima (sense of belonging) dan tidak dicap kaku. Masalahnya, pelecehan verbal yang diulang-ulang—meski berbalut "guyonan tongkrongan" atau "tradisi"—akan membentuk belief system (sistem kepercayaan) yang menormalisasi kekerasan seksual.

Syariat Menjaga Lisan: Indikator Kedewasaan Mental dan Spiritual

Sebagai sarjana Psikologi dari institusi Islam, saya melihat betapa agama kita telah memberikan intervensi preventif yang sangat presisi terhadap masalah ini. Jauh sebelum ilmu psikologi modern merumuskan dampak traumatis dari verbal abuse, Islam sudah meletakkan standar tertinggi mengenai adab berkomunikasi.

Allah SWT secara eksplisit melarang penggunaan lisan yang berpotensi merusak dan memicu permusuhan:

Surah Al-Isra’ (Juz 15, Surah ke-17, Ayat 53)

وَقُلْ لِّعِبَادِيْ يَقُوْلُوا الَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ الشَّيْطٰنَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْۗ اِنَّ الشَّيْطٰنَ كَانَ لِلْاِنْسَانِ عَدُوًّا مُّبِيْنًا

"Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sungguh, setan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sungguh, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia."


Kemampuan mengontrol lisan bukan hanya sebatas etika sosial, melainkan indikator valid dari kualitas kesehatan mental dan kedewasaan spiritual seseorang. Hal ini ditegaskan secara mutlak oleh Rasulullah SAW:

Hadis Riwayat Muslim (No. 47)

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam."


Kasus UI dan ITB menjadi alarm darurat bagi kita semua. Intelektualitas yang tinggi tidak ada harganya jika tidak dibarengi dengan empati dan adab. Mari kembali merenungi pesan Kitab Alala: lisan adalah senjata paling mematikan yang bisa menghancurkan masa depan (kepala) seseorang. Kedewasaan sejati terletak pada keberanian kita untuk memutus rantai tradisi yang salah, menolak konformitas yang merendahkan, dan selalu memilih untuk berbicara dengan adab—atau diam.

Postingan Terkait

Cari Blog Ini

Wisata Dan Kuliner Malang Bisnis Dan Layanan Bisnis Dan Layanan Kisah Ulama Sewa mobil di Malang Personal Branding Dan Bisnis Ide Rumah Berbagi dan Menginspirasi Layanan Dropshiphing Belajar Tokopedia Ide Souvenir Bisnis UMKM Inspirasi Ide Barang Mewah Bisnis Kuliner Android handphone, iphone, laptop, and gadget Produk kosmetik berkualitas Personal Branding Dan Jurnal pendidikan Swasta Pendidikan Anak Paud/TK Pendidikan Dasar Pendidikan Menengah Atas Pendidikan Gadget Dan Handphone bisnis digital Macam Bisnis Online Gadget, Komputer, Dan Handphone Wisata Kebumen Tren Properti Ide Desain Rumah Modern Wisata Lokal Bisnis Online Dan UMKM Bisnis Online Bisnis Online Kuliner Khas Jawa Jajanan Malang Wisata Indah Bisnis Terbaru pendidikan, sekolah Rumah Tangga dan Gaya Hidup Kecantikan dan Perawatan Diri Masakan dan Resep Travel dan Perjalanan Kesehatan dan Kebugaran Tutorial Software dan Aplikasi Konten Kreator Digital Creator Indonesia Infrastructure Monitoring PT Exact Global Teknologi cyber security Tips Keuangan Tips Reqrut Hrd Game PC Seru Meningkatkan Kinerja & Keamanan Perusahaan Bisnis Ide Terbaru Management Bisnis Game Lokal Indonesia Game Rekomendasi Terbaik Bisnis UMKM Terbaru Strategi Investasi Properti Rekomendasi Game Terseru Desain Rumah Terbaru Modern Properti Yang Cocok Untuk Invest Liburan Dan Membuat Konten SMP Islam Annuriyah Sekolah Dasar Islam Mbarot Berita Terkini Hari Ini Inspirasi Desain Interior Rumah Berita Dunia Terbaru Fakta Unik Dunia Review Game Terbaru Portal Game Online Tips Otomotif Motor Informasi Global Terkini Inspirasi Rumah Minimalis Info Hunian Idaman Hunian Modern Terbaru Referensi Hunian Keluarga Ide Desain Rumah Impian Gaya Hidup dan Aktivitas Harian Tips dan Trik Game Berita Otomotif dan Balap Rekomendasi Game Seru Modifikasi Motor Terbaru Dekorasi dan Interior Hunian Kabar Berita Nasional Rekomendasi Tempat Piknik Game Terpopuler Saat Ini Model Rumah Terbaru Inspirasi Rumah Idaman Kajian Islami dan Pesantren Informasi Otomotif dan Kecepatan Tips Memilih Tempat Tinggal Panduan Traveling Nusantara Destinasi Wisata Indonesia Info Wisata Terlengkap Dunia Game dan Esports Edukasi Anak dan Belajar Sambil Bermain Tips Bisnis Modal Kecil Ide Usaha Rumahan UMKM Go Digital Kuliner Khas Desa Cara Beli Rumah Mudah Investasi Properti Menguntungkan Peluang Cuan dan Keuangan Bisnis Digital dan Penghasilan Online Fakta dan Informasi Terpercaya Jurnal Berita dan Opini Kabar Jawa Tengah Terkini Kabar Jawa Timur Hari Ini Berita Metropolitan Terbaru Kabar Terupdate Hari Ini Arus Informasi Nasional Media Berita Nasional Suara Berita Daerah Berita Pers Terkini Portal Berita Terpercaya Parenting dan Dunia Anak Majalah Gaya Hidup dan Traveling Informasi dan Berita Daerah Inspirasi Gaya Hidup Harian Panduan Esports dan Game MOBA Pendidikan Islam Darul Hikmah SMK Laboratorium Unikama SMK Islam Kepanjen Sekolah Dasar Islam Mbarot