2026/02/24

Siswa SD Kr. Shining Star Belajar Matematika dengan Cara Menyenangkan

 

Suasana berbeda tampak pada pembelajaran Matematika siswa kelas 2 SD Kr. Shining Star Jl Kelud 14 Malang pada Rabu, 25 Februari 2026. Pada pukul 10.00–10.35, para siswa diajak belajar subtema pengukuran berat dengan praktik langsung ke toko terdekat sekolah.

Oleh : AMZ Supardono, Guru Jurnalistik

Sebelum kegiatan praktik dimulai, guru kelas 2, Tc Andini Praka Siwi, S.Pd yang akrab disapa Tc Dini, terlebih dahulu menjelaskan materi di dalam kelas. Ia menerangkan bahwa berat benda dapat diukur menggunakan satuan baku. Alat ukur baku untuk mengukur berat adalah timbangan. Berat benda dapat dinyatakan dalam satuan gram (g) atau kilogram (kg), dengan ketentuan 1 kilogram sama dengan 1.000 gram.

Setelah memahami teori, siswa diajak menimbang berbagai barang bawaan dari rumah, seperti buku paket pelajaran, buku catatan, bekal makanan, tumbler minum, snack, hingga alat tulis. Kegiatan ini dilakukan agar siswa tidak hanya melihat gambar di buku, tetapi benar-benar mengalami proses pengukuran secara nyata.

Di toko, siswa bergantian menimbang barang-barang tersebut menggunakan timbangan. Mereka mencatat hasil pengukuran dan membandingkan berat masing-masing benda. Terlihat wajah-wajah antusias saat jarum timbangan bergerak dan menunjukkan angka.

Kepala Sekolah SD Kr. Shining Star, Tc Wenny Lenawati, SE yang akrab dipanggil Tc Wenny, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.

“Kami ingin pembelajaran di SD Kr. Shining Star selalu bermakna dan menyenangkan. Dengan praktik langsung seperti ini, anak-anak lebih mudah memahami konsep berat dan satuan baku karena mereka mengalami sendiri prosesnya,” ujar Tc Wenny.

Sementara itu, Tc Dini menjelaskan bahwa metode belajar kontekstual sangat membantu siswa kelas rendah.

“Anak-anak kelas 2 masih berada pada tahap belajar konkret. Ketika mereka memegang, menimbang, dan melihat hasilnya sendiri, pemahaman mereka menjadi lebih kuat dibandingkan hanya melihat gambar di buku,” jelas Tc Dini.

Salah satu siswa kelas 2, Camelia Regina Rizki yang akrab dipanggil Amel, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya jadi tahu berat buku dan bekal saya berapa gram. Ternyata buku paket lebih berat dari snack saya. Belajarnya seru karena bisa langsung menimbang sendiri,” kata Amel dengan semangat.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memahami bahwa 1 kilogram sama dengan 1.000 gram, tetapi juga belajar mengukur berat benda secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran Matematika pun terasa lebih hidup, aktif, dan menyenangkan.

Postingan Terkait

Cari Blog Ini