Peserta Ekskul Jurnalistik SD Katolik Santa Maria III Main Ular Tangga?
Peserta Ekstrakurikuler Jurnalistik SD Katolik Santa Maria III Jl Markisa 6 Malang mengikuti kegiatan pembelajaran kreatif dengan mendalami Ikrar Pelajar Indonesia melalui permainan ular tangga, pada Rabu, 11 Februari 2026, pukul 13.30–14.30 WIB.
Oleh : AMA Supardono, Guru Jurnalistik
Kegiatan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan tepuk jurnalistik yang membangkitkan semangat siswa. Pembina Jurnalistik, Maria Ratih Agustin, S.Pd., kemudian mengajak siswa bertanya jawab tentang isi Ikrar Pelajar Indonesia. Para siswa tampak antusias mengingat kembali isi ikrar yang setiap hari Senin wajib dibacakan saat upacara bendera.
Sebelum permainan dimulai, pembina menyampaikan aturan bermain. Salah satu aturan yang ditekankan adalah setiap pemain yang berhenti di sebuah kotak wajib membacakan isi kotak tersebut dengan suara lantang, lalu ditirukan oleh pemain lain dalam kelompoknya. Permainan dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing terdiri dari tiga siswa.
Media ular tangga yang digunakan memuat nilai-nilai dalam Ikrar Pelajar Indonesia versi terbaru tahun 2026 berdasarkan SE Mendikdasmen No. 4 Tahun 2026. Ikrar ini wajib dibacakan saat upacara bendera hari Senin sebagai upaya membentuk karakter Pelajar Pancasila. Isinya menekankan nilai ketakwaan, persatuan, budaya, budi pekerti, prestasi, kemanusiaan, dan tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.
Adapun teks Ikrar Pelajar Indonesia (Versi 2026) adalah sebagai berikut:
Kami Pelajar Indonesia, berikrar:
Belajar dengan baik.
Menghormati orang tua.
Menghormati guru.
Rukun sama teman.
Mencintai tanah air Indonesia.
Kepala SD Katolik Santa Maria III, Tristina Wahyu Setyowati, S.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. “Saya sangat mendukung pembelajaran kreatif seperti ini. Anak-anak tidak hanya menghafal Ikrar Pelajar Indonesia, tetapi juga memahami dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Inilah cara membentuk karakter Pelajar Pancasila secara menyenangkan,” tuturnya.
Pembina Jurnalistik, Maria Ratih Agustin, S.Pd., menjelaskan bahwa metode bermain dipilih agar siswa lebih mudah memahami makna ikrar. “Belajar tidak harus selalu serius dan kaku. Melalui permainan ular tangga, siswa belajar bekerja sama, disiplin mengikuti aturan, berani membaca dengan lantang, dan menanamkan nilai-nilai ikrar dalam hati mereka,” jelasnya.
Salah satu peserta, Anastasia Nadine Christanto kelas 4 yang akrab dipanggil Nadine, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. “Seru sekali karena sambil bermain kami jadi lebih hafal isi Ikrar Pelajar Indonesia. Saya jadi ingin lebih rajin belajar dan menghormati orang tua serta guru,” ungkap Nadine dengan semangat.
Melalui kegiatan ini, peserta Ekskul Jurnalistik tidak hanya belajar teknik bermain dan kerja sama tim, tetapi juga semakin memahami makna Ikrar Pelajar Indonesia sebagai komitmen membentuk pribadi yang beriman, berkarakter, dan cinta tanah air.

