Komda Pemuda Katolik Jatim Berdiri di Balik KICK OFF POLITIKU
Malang - Kota Malang Jawa Timur kembali jadi titik api. Bukan karena konflik, melainkan karena sebuah gerakan ideologis yang berani. KICK OFF POLITIKU—Sekolah Politik dan Demokrasi—resmi dimulai. Dan ini bukan seminar basa-basi. Ini adalah pernyataan sikap Pemuda Katolik Jawa Timur: politik tak boleh ditinggal pada kaum oportunis, apalagi diserahkan pada kekuasaan tanpa etika.
Gagasan KICK OFF POLITIKU lahir dari dapur pemikiran Komisariat Daerah Pemuda Katolik Jawa Timur. Christophorus Suryo, Ketua Komda dengan tegas menyatakan: ini ide orisinil, bukan titipan, bukan meniru. Pengurus Pusat Pemuda Katolik bahkan memberi apresiasi tinggi karena gagasan ini dinilai layak naik kelas nasional. Artinya jelas: Jawa Timur tidak hanya bicara, tapi memberi arah.
Dengan tema tajam “Bergerak dari Altar ke Pasar—Merawat Politik dan Demokrasi yang Berkeadaban”, POLITIKU menantang stigma lama bahwa iman harus steril dari politik. Justru sebaliknya, iman, nilai, dan nurani harus hadir di ruang publik. Politik tidak cukup dikelola dengan kalkulasi kekuasaan; ia harus dirawat dengan etika, keberanian moral, dan keberpihakan pada martabat manusia.
Seminar Nasional ini menghadirkan figur-figur strategis: RD. Yohanes K. Jeharut dari KWI, Stefanus Asat Gusma selaku Ketua Umum PP Pemuda Katolik, serta Prof. A. Ramlan Surbakti, pakar ilmu politik. Kombinasi iman, gerakan, dan ilmu pengetahuan ini menjadi sinyal keras bahwa POLITIKU bukan jargon—ini sekolah kader demokrasi.
Diselenggarakan Sabtu, 7 Februari 2026, pukul 12.00 hingga selesai di Aula SMA Katolik St. Albertus (SMA Dempo), Malang, KICK OFF POLITIKU adalah alarm publik.
Pemuda Katolik memilih bergerak, bukan diam. Karena saat politik kehilangan nurani, diam bukan lagi pilihan.(dbi)

