Kolese Santo Yusup Malang: Hadirkan Festival Budaya Cap Go Meh 2026 dan Dialog Sosial Politik
Dalam rangka perayaan Cap Go Meh 2026, Yayasan Kolese Santo Yusup bekerja sama dengan Hua Yi Chinese Learning Center, Kelenteng Eng An Kiong Malang, Confucius Institute, Paguyuban Hakka Malang, Yayasan Potehi Fu He An Gudo Jombang, dan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Cabang Jawa Timur menyelenggarakan Festival Budaya Cap Go Meh yang berlangsung meriah di SMAK Kolese Santo Yusup Malang, pada Selasa (3/3/2026).
BACA JUGA : INVITATION NGOMPRES POLITIK, Dari INTRO Ke ACTION
Dalam sambutannya, Amelia selaku panitia dari Hua Yi Chinese Learning Center menyampaikan bahwa festival ini bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga ruang perjumpaan lintas identitas.
“Cap Go Meh bukan hanya tradisi budaya, tetapi momentum untuk merayakan kebersamaan dan keberagaman. Kami ingin menghadirkan ruang di mana generasi muda, khususnya Gen Z, bisa belajar sejarah, memahami budaya, dan berdialog secara terbuka tentang isu-isu sosial,” ujar Amelia.
Festival ini menghadirkan beragam rangkaian kegiatan edukatif dan kultural, mulai dari talkshow dan bedah buku bersama Dahlan Iskan, pertunjukan seni budaya seperti barongsai, naga, wushu, dan Chinese dance, hingga workshop Chinese painting, Chinese knot, Chinese paper cutting, dan tangyuan. Tak hanya itu, festival juga diramaikan dengan kuliner khas Chinese beserta penjelasan sejarahnya.
Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah “Bincang Santai Sosial Politik” bersama Bapak Andreas Eddy Susetyo dan Gen Z yang berlangsung di Perpustakaan Lt. 2 SMAK Kolese Santo Yusup Malang. Dialog ini menjadi ruang reflektif bagi generasi muda untuk berdiskusi mengenai isu sosial-politik secara santai namun bermakna.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi berbagai lembaga dalam festival ini menjadi simbol kuat harmoni dan kerja sama lintas komunitas.
“Kami percaya bahwa dialog dan budaya adalah dua jembatan penting untuk membangun masyarakat yang inklusif. Melalui festival ini, kami berharap generasi muda tidak hanya mengenal budaya Tionghoa dari sisi pertunjukan, tetapi juga memahami nilai-nilai kebersamaan, ketekunan, dan penghormatan terhadap tradisi yang terkandung di dalamnya. Yukk datang ramaikan dan nikmati Festival Budaya Cap Go Meh 2026.,” lanjutnya.
Festival Budaya Cap Go Meh 2026 ini menjadi bukti bahwa perayaan budaya dapat menjadi ruang edukasi, dialog, sekaligus penguatan toleransi di tengah masyarakat yang majemuk. Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan generasi muda yang terbuka, kritis, dan berakar pada nilai-nilai kemanusiaan.


