Imlek, Rabu Abu, Ramadan: Irisan Ketiganya
Tahun 2026 ini bukan sekadar kebetulan kalender. Imlek, Rabu Abu, dan awal Ramadan berdempetan. Tiga jalan spiritual. Tiga tradisi besar. Tiga cara manusia membersihkan diri.
Pertanyaannya: kita mau sekadar merayakan, atau berani berubah?
Imlek berbicara tentang harapan dan keberuntungan.
Rabu Abu mengingatkan: manusia itu fana, jangan sombong.
Ramadan melatih: tahan diri sebelum menuntut dunia berubah.
Tapi jujur saja—berapa banyak dari kita yang hanya sibuk pada seremoni? Foto, ucapan, simbol, tetapi lupa revolusi batin?
Kami tidak tertarik pada spiritualitas kosmetik.
Kami tidak terkesan pada retorika tanpa laku.
Kami percaya: iman tanpa refleksi adalah kebiasaan. Tradisi tanpa kesadaran adalah rutinitas.
Momentum tiga perayaan ini adalah tamparan halus bagi bangsa yang mudah gaduh, tetapi malas berdialog. Indonesia tidak kekurangan agama. Indonesia kekurangan kedalaman.
DB Institute bukan ruang seremoni. Ini ruang penggodokan.
Tempat pikiran diasah. Ego ditata. Kata-kata ditimbang.
Di sini, lintas iman bukan slogan—tetapi latihan berpikir dewasa.
Imlek mengajarkan pembaruan.
Rabu Abu mengajarkan kerendahan.
Ramadan mengajarkan pengendalian.
Kalau tiga ini benar-benar kita jalani, tidak ada ruang bagi kebencian. Tidak ada ruang bagi fanatisme dangkal.
Tahun ini, jangan hanya mengganti kalender.
Ganti cara berpikir.
Ganti cara memaknai perbedaan.
Bersama Graha Inspirasi – DB Institute, kita tidak sedang merayakan hari besar.
Kita sedang menyiapkan manusia yang lebih besar.

