Bentuk Karakter Siswa, Peserta Ekskul Jurnalistik SD Katolik Santa Maria II Malang Refleksikan Ikrar Pelajar Indonesia Lewat Ular Tangga
Upaya membentuk karakter Pelajar Pancasila dilakukan dengan cara kreatif oleh peserta Ekstrakurikuler Jurnalistik SD Katolik Santa Maria II Malang pada Senin, 23 Februari 2026, pukul 13.30–14.30. Para siswa merefleksikan Ikrar Pelajar Indonesia melalui permainan ular tangga edukatif yang sarat nilai karakter.
Oleh : AMZ Supardono, Guru Jurnalistik
Sebelum permainan dimulai, pembina jurnalistik mengajak siswa berdoa untuk memohon penyertaan Tuhan agar kegiatan berjalan lancar dan membawa manfaat. Suasana semakin hidup saat pembina mengajak siswa bertanya jawab tentang isi Ikrar Pelajar Indonesia versi terbaru tahun 2026 berdasarkan SE Mendikdasmen No. 4 Tahun 2026.
Dalam penjelasannya, pembina menegaskan bahwa ikrar ini wajib dibacakan setiap upacara bendera hari Senin sebagai upaya membentuk karakter pelajar berlandaskan Pancasila. Isi ikrar menekankan nilai takwa, persatuan, budaya, budi pekerti, prestasi, kemanusiaan, dan tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.
Adapun teks Ikrar Pelajar Indonesia (Versi 2026) berbunyi:
Kami Pelajar Indonesia, Berikrar:
Belajar dengan baik.
Menghormati orang tua.
Menghormati guru.
Rukun sama teman.
Mencintai tanah air Indonesia.
Dalam permainan, siswa dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing terdiri dari tiga orang. Aturan permainan disampaikan dengan jelas, salah satunya setiap pemain yang berhenti di sebuah kotak wajib membacakan isi kotak tersebut dan ditirukan oleh pemain lainnya. Dengan cara ini, nilai-nilai ikrar tidak hanya dibaca, tetapi juga diulang dan dihayati bersama.
Kepala Sekolah SD Katolik Santa Maria II Malang, Sr. Marsiana, SPM., S.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. “Pembentukan karakter tidak cukup hanya melalui teori atau hafalan. Ketika anak-anak belajar sambil bermain, nilai itu lebih mudah tertanam. Ikrar Pelajar Indonesia menjadi pengingat agar mereka bertumbuh dalam iman, disiplin, dan cinta tanah air,” tuturnya.
Pembina Jurnalistik, V. Catur Riyanti, S.Pd., yang akrab disapa Bu Yanti, menjelaskan bahwa metode permainan dipilih agar siswa tidak merasa bosan. “Biasanya ikrar dibacakan saat upacara. Melalui ular tangga ini, anak-anak diajak memahami maknanya. Saat mereka membaca dan menirukan bersama, mereka belajar percaya diri, kompak, dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Salah satu peserta, Jenni Herwanto, siswi kelas VA yang akrab dipanggil Jenni, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. “Seru sekali karena sambil bermain kami jadi lebih hafal dan mengerti arti ikrar. Saya jadi semakin semangat untuk belajar dengan baik dan menghormati guru serta orang tua,” ungkap Jenni dengan penuh antusias.
Melalui kegiatan ini, Ekskul Jurnalistik tidak hanya melatih keterampilan menulis dan berpikir kritis, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter. Dengan pendekatan kreatif, nilai-nilai Ikrar Pelajar Indonesia diharapkan semakin hidup dalam keseharian siswa, baik di sekolah maupun di rumah.


