2026/02/25

Ajarkan Berpikir Kritis, Peserta Ekskul Jurnalistik Diskusikan Antara Ikrar dan Kenyataan

 


Peserta Ekstrakurikuler Jurnalistik SD Katolik Santa Maria III Malang belajar berpikir kritis melalui diskusi bertema “Antara Ikrar dan Kenyataan” pada Rabu, 25 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang kelas IV sekolah setempat dengan suasana yang penuh semangat dan antusias.

Oleh : AMZ Supardono, Guru Jurnalistik

Sebelum memasuki materi, peserta diajak berdoa bersama sebagai ungkapan syukur dan memohon bimbingan Tuhan. Kegiatan dilanjutkan dengan tepuk jurnalistik yang menekankan kompetensi menulis, seperti ketelitian, keberanian bertanya, dan kejujuran dalam menyampaikan fakta.

Pada sesi awal, Pembina Jurnalistik mengajak siswa tanya jawab mengenai tema Ikrar Pelajar Indonesia dan kenyataan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Siswa diajak menganalisis berbagai permasalahan yang terjadi di sekolah, di rumah, maupun di masyarakat. Mereka merefleksikan apakah sudah sungguh mempraktikkan isi ikrar, seperti giat belajar, menghormati orang tua dan guru, hidup rukun dengan teman, serta mencintai tanah air.

Setelah itu, peserta dibagi menjadi lima kelompok yang masing-masing terdiri dari dua siswa. Setiap kelompok mendiskusikan satu tema ikrar. Hal yang dibahas meliputi: permasalahan yang sering terjadi, penyebab permasalahan tersebut, serta solusi menurut sudut pandang siswa.

Beberapa contoh hasil diskusi antara lain: masih adanya siswa yang kurang fokus belajar karena pengaruh gawai, kurangnya sikap hormat saat berbicara kepada orang tua dan guru, serta kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan sebagai wujud cinta tanah air. Para siswa menilai hal tersebut terjadi karena kurangnya kesadaran diri dan pengaruh lingkungan. Solusi yang mereka tawarkan antara lain membuat jadwal belajar, membatasi penggunaan gawai, membiasakan berkata sopan, serta aktif mengikuti kegiatan kerja bakti.

Setelah diskusi selesai, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil pembahasannya di depan kelompok lainnya. Kelompok lain pun memberikan tanggapan dan pertanyaan sehingga terjadi dialog yang aktif dan membangun. Kegiatan ini melatih keberanian berbicara, kemampuan berpikir logis, serta keterampilan menyampaikan pendapat secara santun.

Kepala SD Katolik Santa Maria III Malang, Tristina Wahyu Setyowati, S.Pd., yang akrab dipanggil Bu Wahyu, menyampaikan,

“Kegiatan seperti ini sangat baik untuk membentuk karakter siswa. Anak-anak tidak hanya menghafal ikrar, tetapi juga diajak merefleksikan dan menghidupinya dalam tindakan nyata. Berpikir kritis sejak dini akan membantu mereka menjadi pribadi yang bertanggung jawab.”

Sementara itu, Pembina Jurnalistik, Maria Ratih Agustin, S.Pd., yang akrab dipanggil Bu Ratih, mengatakan,

“Sebagai calon penulis berita, siswa harus mampu melihat kenyataan secara jujur dan menganalisisnya dengan bijak. Melalui diskusi ini, mereka belajar menemukan masalah, mencari sebab, dan menawarkan solusi. Itulah dasar berpikir kritis dalam jurnalistik.”

Salah satu peserta, Gabriella Aluma Zoe, siswa kelas V yang akrab dipanggil Ella, mengungkapkan,

“Saya jadi sadar kalau kadang kita sudah hafal ikrar, tapi belum selalu melakukannya. Dari diskusi ini saya belajar untuk lebih disiplin belajar dan lebih menghormati orang tua serta guru.”

Melalui kegiatan ini, peserta Ekskul Jurnalistik tidak hanya berlatih menulis, tetapi juga ditempa untuk menjadi pelajar yang reflektif, kritis, dan berkarakter sesuai nilai-nilai Ikrar Pelajar Indonesia.

Postingan Terkait

Cari Blog Ini