2026/02/09

Ajak Siswa Berpikir Kritis, Peserta Ekskul Jurnalistik SD Katolik Santa Maria II Malang

 


Peserta Ekstrakurikuler Jurnalistik SD Katolik Santa Maria II Malang diajak mengasah kemampuan berpikir kritis, bertanya, dan berpendapat dalam kegiatan ekskul yang dilaksanakan pada Senin, 9 Februari 2026. Kegiatan berlangsung pada pukul 13.30–14.30 WIB di sekolah.


Oleh : AMZ Supardono, Guru Jurnalistik

Dalam kegiatan ini, siswa diajak merefleksikan hasil observasi lapangan ke industri tempe kacang milik Bapak Mulyono atau yang akrab disapa Pak Mul, yang telah mereka kunjungi pada Senin, 2 Februari 2026 lalu. Melalui diskusi terarah, siswa diminta menjawab sejumlah pertanyaan kritis, antara lain: alasan Pak Mul memilih membuat tempe kacang dibanding tempe kedelai, mengapa proses pembuatannya membutuhkan waktu lama, dampak jika salah satu tahap produksi dilewati, perbedaan harga tempe yang dijual langsung dan di pasar, serta alasan tempe kacang tetap diminati masyarakat.

Setelah seluruh peserta menjawab pertanyaan secara tertulis dan lisan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab berpasangan. Pada tahap ini, siswa saling bertanya dan menjawab untuk melatih keberanian berbicara serta ketepatan menyampaikan informasi. Suasana semakin seru saat semua peserta dikumpulkan menjadi satu kelompok besar. Pembina ekskul kemudian mengajukan pertanyaan secara lisan dan siswa berebut untuk menjawab. Jawaban yang tepat dan cepat menentukan juara 1, 2, dan 3 yang berhak mendapatkan hadiah snack.

Pembina Ekskul Jurnalistik, V. Catur Riyanti, S.Pd., yang akrab disapa Bu Yanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk cara berpikir siswa yang kritis dan berani menyampaikan pendapat.

“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mengingat hasil observasi, tetapi belajar menganalisis, bertanya ‘mengapa’, dan menyampaikan pendapat secara runtut. Inilah bekal penting dalam dunia jurnalistik dan kehidupan sehari-hari,” ujar Bu Yanti.

Salah satu peserta Ekskul Jurnalistik, Karol Amadeu Ksatriani, siswa kelas V yang akrab dipanggil Karol, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.

“Menurut saya kegiatannya seru dan menantang. Kami jadi berpikir lebih dalam tentang proses pembuatan tempe kacang dan berani menjawab di depan teman-teman. Saya jadi lebih percaya diri,” kata Karol.

Melalui kegiatan ini, peserta Ekskul Jurnalistik tidak hanya belajar menulis dan melaporkan berita, tetapi juga dilatih berpikir kritis, bekerja sama, dan berani mengemukakan pendapat secara bertanggung jawab.

Postingan Terkait

Cari Blog Ini