Seminar “Hukum Waris & Pertobatan Ekologis”: Mengelola Warisan dengan Kesadaran Iman dan Lingkungan
Malang - Paroki Maria Diangkat ke Surga (MDKS) Lely, Malang, melalui Bidang Kesaksian, menyelenggarakan Seminar bertajuk “Hukum Waris & Pertobatan Ekologis” pada Minggu, 25 Januari 2026, bertempat di Aula Maria Assumpta Paroki MDKS. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.30 hingga 13.00 WIB ini diikuti oleh perwakilan umat dari berbagai lingkungan.
Seminar ini menghadirkan dua narasumber dengan latar belakang keahlian yang saling melengkapi. Yulius Radix Wicaksono, SH, Advokat dan Konsultan Hukum, menekankan pentingnya pemahaman hukum waris secara tepat dan adil guna mencegah konflik keluarga.
“Banyak persoalan keluarga muncul bukan karena niat buruk, tetapi karena ketidaktahuan hukum. Perencanaan waris yang jelas dan sah secara hukum justru merupakan bentuk tanggung jawab moral kepada keluarga,” ungkap Yulius Radix.
Sementara itu, Lailia Yuslichati Rahmadani, S.T., M.Ling, Analis Konservasi Air dan Lingkungan dari DLH Kota Malang, mengajak peserta melihat makna warisan secara lebih luas, yakni dalam kaitannya dengan pertobatan ekologis.
“Warisan bukan hanya soal harta benda, tetapi juga lingkungan hidup yang kita tinggalkan bagi generasi berikutnya. Pertobatan ekologis menuntut perubahan cara berpikir dan cara hidup,” jelas Lailia.
Romo Kepala Paroki MDKS, Romo Eko Atmono, dalam sambutan dan refleksinya menegaskan bahwa tema seminar ini sangat relevan dengan panggilan iman umat Katolik saat ini.
“Iman tidak berhenti pada altar dan doa, tetapi harus menjelma dalam keputusan hidup yang konkret. Mengelola warisan secara adil dan merawat lingkungan adalah bentuk kesaksian iman yang nyata di tengah dunia,” tutur Romo Eko Atmono.
Ia juga mengajak umat untuk memandang pertobatan ekologis sebagai bagian dari pertobatan rohani sehari-hari, selaras dengan semangat Gereja dalam merawat bumi sebagai rumah bersama.
Seminar berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang hidup. Diskusi berkembang dari persoalan hukum keluarga hingga praktik sederhana hidup berkelanjutan. Panitia juga mengimbau peserta untuk membawa tumbler sendiri sebagai wujud komitmen nyata mengurangi sampah plastik.
Melalui kegiatan ini, Paroki MDKS berharap umat semakin sadar bahwa iman Kristiani diwujudkan tidak hanya dalam kata-kata, tetapi juga dalam keputusan hukum yang bijak dan kepedulian ekologis yang berkelanjutan.



