2026/01/24

Realita Mendaki Gunung Ijen



Oleh  : Tiansan Ekskul Jurnalistik SMP Bina Budi Mulia Kota Malang

B = Berjumpa Realita

Awalnya saya mengira mendaki Gunung Ijen adalah kegiatan yang mudah dan menyenangkan. Namun kenyataannya tidak demikian. Saat pendakian, hujan turun cukup deras sehingga saya sering merasa lelah dan kesulitan melangkah. Tujuan utama pendakian ini adalah untuk melihat fenomena blue fire yang terkenal.

L = Lacak Jejak Sosial

Pendakian Gunung Ijen ternyata memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar. Wisata gunung ini dapat meningkatkan taraf hidup warga karena menjadi daya tarik wisata, terutama dengan adanya fenomena blue fire yang menarik banyak pengunjung.

A = Analisis Ruang dan Waktu Sosial

Saya memulai pendakian sekitar pukul 02.30 dini hari saat kondisi hujan lebat. Hal ini membuat pendakian menjadi lebih menantang. Meski demikian, jalur pendakian tergolong bersih dan terawat karena adanya kerja sama antara warga sekitar dan pemerintah setempat.

N = Nilai yang Terluka

Selama pendakian, saya harus menghadapi kondisi hujan, udara dingin, kabut tebal, jalur licin, dan tanah yang becek. Ketika turun ke kawah, blue fire yang ingin saya lihat tidak tampak karena hujan yang terlalu deras. Hal ini cukup mengecewakan.

K = Kesadaran Diri

Dari pengalaman ini, saya menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan menghargai usaha masyarakat sekitar dalam merawat kawasan wisata. Saya juga belajar bahwa pendakian sebaiknya tidak dilakukan saat musim hujan agar lebih aman.

O = Olah Rasa dan Empati

Perjalanan ini membuat saya lebih bersyukur. Saya melihat banyak orang bekerja dengan sungguh-sungguh di kawasan Gunung Ijen, seperti penambang dan petugas wisata, demi memenuhi kebutuhan hidup mereka.

N = Niat Perubahan

Saya memiliki niat untuk bekerja lebih sungguh-sungguh, berhati-hati dalam bertindak, serta menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan gunung.

E = Etika yang Beradab

Selama pendakian, saya berusaha menjaga ucapan dan perilaku agar dapat menghargai orang lain dan juga dihargai oleh sesama pendaki maupun warga sekitar.

R = Rasa Memiliki Ruang Sosial

Jika saya memiliki tempat alam seperti Gunung Ijen, saya ingin merawatnya dengan baik. Selain itu, saya juga ingin menjadikannya sebagai tempat untuk berolahraga dan menjaga kesehatan.

S = Sikap Merawat Nilai

Selama pendakian, saya tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak lingkungan, dan tidak melakukan hal-hal yang melanggar aturan. Saya berusaha menjaga nilai tanggung jawab dan kepedulian terhadap alam.

Postingan Terkait

Cari Blog Ini