2026/01/15

Pengalaman Mengikuti Retreat Komunitas

Saat liburan, komunitas saya mengadakan retreat selama 3 hari, yaitu pada tanggal 27–29 Desember. Retreat ini bertujuan untuk membahas topik komunitas secara lebih mendalam, terutama tentang Tuhan. Kegiatan retreat dilaksanakan di sebuah villa di Kota Batu dan diikuti oleh 9 orang.

Penulis bersama teman teman

Oleh : Jessica, Ekskul Jurnalistik, SMP Bina Budi Mulia, Kota Malang

*) Catatan : Struktur penulisan menggunakan BLANKON-ERS

Melalui retreat ini, kami bisa lebih mendalami topik komunitas. Biasanya, saat pertemuan rutin, waktu yang tersedia tidak cukup untuk membahas perkembangan setiap anggota dan komunitas secara keseluruhan. Dalam retreat ini, kami mencatat progres masing-masing lalu saling berbagi cerita. Hal ini membuat kami semakin mengenal satu sama lain. Selain itu, kami juga memiliki waktu untuk bermain bersama dan berbincang santai.

Selama kegiatan berlangsung, setiap orang memiliki tugas masing-masing. Ketua komunitas memimpin jalannya kegiatan. Ada dua orang yang bertugas menyetir mobil menuju lokasi. Beberapa anggota bertugas memasak, ada yang mengatur dan mencatat pengeluaran uang, dan setiap orang bergantian mencuci piring serta alat masak. Semua tugas dilakukan bersama-sama dengan penuh tanggung jawab.

Menurut saya, waktu retreat terasa berjalan sangat cepat. Kami bersenang-senang hingga tidak terasa waktu harus berpisah. Pada malam hari, saya sempat sulit tidur karena masih mendengar kakak-kakak berbicara dan karena badan saya belum terlalu lelah.

Saya menyadari bahwa retreat ini memberikan banyak manfaat bagi saya dan komunitas. Bagi saya pribadi, retreat ini membantu meningkatkan kemampuan komunikasi dan pemahaman materi. Saya jadi lebih mengenal kakak-kakak dan merasa lebih dekat dengan mereka. Bagi komunitas, manfaat yang paling terasa adalah komunikasi yang semakin baik serta semakin kuatnya rasa kebersamaan dan persaudaraan.

Saat menghadapi kesulitan, kami saling membantu. Misalnya, ketika ada materi yang belum dipahami, kami berdiskusi dan saling bertanya. Kami juga merasa nyaman untuk curhat, berbagi cerita, dan menyampaikan pendapat. Hal ini terjadi karena kami saling menghargai serta mau menerima saran dan kritik dengan baik.

Dari retreat ini, saya berencana untuk mengubah kebiasaan saya menjadi lebih baik. Setelah mendapat saran, saya mulai mencoba membaca Alkitab secara rutin, bangun lebih pagi, dan makan dengan teratur. Selama liburan, kebiasaan saya kurang teratur, sehingga retreat ini membantu saya memulai perubahan dengan dukungan komunitas.

Selama retreat, kami juga menerapkan etika beribadah. Kami sering bernyanyi dan menyembah Tuhan bersama-sama. Kami juga berdoa untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan. Karena Tuhan adalah topik utama komunitas, kegiatan rohani menjadi bagian penting dalam retreat ini.

Selain itu, kami menjaga kebersihan dan saling menghargai. Kami tidak menaruh barang sembarangan, menjaga lingkungan tetap rapi, serta mendengarkan saat orang lain berbicara tanpa memotong pembicaraan. Kami juga bergantian mencuci piring sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

Selama retreat, kami sering saling membantu, seperti saat packing barang ke mobil, mencuci piring, mencatat hal penting, mengerjakan PR, dan berdiskusi bersama. Semua kegiatan dilakukan dengan kerja sama dan kepedulian. Hal ini menunjukkan bahwa komunitas kami saling peduli dan mendukung satu sama lain.


Postingan Terkait

Cari Blog Ini