Pelajaran Berharga dari Perkemahan Bedengan
![]() |
| Giat pramuka penuh makna |
Pada tanggal 24 Agustus 2023, saya mengikuti kegiatan perkemahan Pramuka di Bedengan. Dalam kegiatan ini, saya merasakan langsung kehidupan berkemah yang sederhana dan penuh tantangan. Saya harus tidur di tenda dan melakukan berbagai kegiatan secara mandiri bersama regu. Dari pengalaman ini, saya menyadari bahwa hidup tidak selalu senyaman di rumah. Cuaca, waktu, dan tenaga menjadi hal nyata yang harus kami hadapi. Hal ini membuat saya lebih siap menghadapi kondisi di lapangan.
Oleh : Ibie, Ekskul Jurnalistik SMP Bina Budi Mulia, Kota Malang
*) Catatan :
Menggunakan struktur BLANKON-ERS
Selama perkemahan, saya berinteraksi dengan teman sekelas, kakak kelas, dan guru. Kami bekerja sama dalam satu regu, seperti mendirikan tenda dan memasak. Kebersamaan juga terjalin saat kami makan bersama dan mengikuti latihan Pramuka. Dari kegiatan tersebut, saya belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan saling membantu. Hubungan sosial kami menjadi semakin kuat.
Perkemahan Bedengan menjadi tempat belajar di luar sekolah. Dalam setiap regu terdapat kakak kelas dan adik kelas. Kakak kelas berperan sebagai pembimbing, sedangkan adik kelas sebagai adik asuh. Guru dan pembina mengatur jalannya kegiatan agar tertib dan aman. Dengan adanya pembagian peran ini, kegiatan perkemahan dapat berjalan dengan baik.
Dalam kegiatan penjelajahan, kami pernah melakukan kesalahan di beberapa pos. Akibatnya, kami mendapat hukuman berupa push up. Hal tersebut membuat kami lelah dan sedikit kecewa. Namun, dari pengalaman itu saya belajar tentang disiplin, tanggung jawab, dan pentingnya mengikuti aturan. Kesabaran dan ketekunan kami diuji dalam situasi tersebut.
Melalui perkemahan ini, saya semakin mengenal kemampuan dan kekurangan diri sendiri. Saya menyadari bahwa saya tidak bisa mengerjakan semua hal sendirian. Kerja sama sangat diperlukan agar semua tugas dapat diselesaikan dengan baik. Saya juga belajar mengatur waktu dan tenaga. Pengalaman ini membuat saya menjadi pribadi yang lebih dewasa.
Saya juga belajar untuk merasakan dan memahami perasaan teman satu regu. Saat ada teman yang kelelahan, kami saling menyemangati. Kami berbagi makanan dan membagi tugas secara adil. Dari kebersamaan ini, saya menjadi lebih peduli dan peka terhadap orang lain. Rasa empati tumbuh melalui kegiatan perkemahan.
Setelah mengikuti perkemahan, saya bertekad untuk menjadi lebih mandiri. Saya ingin lebih bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan dan lebih aktif dalam kerja kelompok. Pengalaman di Bedengan mendorong saya untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Selama perkemahan, kami juga diajarkan untuk bersikap sopan dan saling menghormati. Kami mendengarkan arahan pembina dengan tertib, terutama saat kegiatan api unggun. Kami juga mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Sikap disiplin dan saling menghargai menjadi bagian penting dalam kegiatan Pramuka.
Perkemahan Bedengan membuat saya merasa menjadi bagian dari sebuah kelompok. Tenda dan area perkemahan terasa seperti rumah sementara bagi kami. Kami menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan bersama-sama. Rasa kebersamaan ini membuat kami merasa memiliki dan mempererat hubungan antaranggota regu.
Melalui kegiatan perkemahan ini, saya belajar menjaga nilai kebersamaan, kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab. Nilai-nilai positif tersebut terus diterapkan selama kegiatan berlangsung. Pengalaman ini sangat berharga dan akan saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

