2026/01/24

Jejak Kebersamaan di Pasionis


Oleh : Kei, Ekskul Jurnalistik SMP Bina Budi Mulia Kota Malang


 Berjumpa Realita

Kegiatan berkemah di Pasionis membuat siswa berjumpa langsung dengan kehidupan nyata. Mereka harus tidur di tenda dan hidup jauh dari kenyamanan rumah. Saat memasang tenda, siswa belajar bahwa segala sesuatu membutuhkan usaha. Api unggun membantu mereka menghangatkan tubuh di malam hari. Dari kegiatan ini, siswa belajar menghadapi keadaan apa adanya.

Lacak Jejak Sosial

Siswa dibagi menjadi enam regu yang masing-masing terdiri dari tiga siswa perempuan dan tiga siswa laki-laki. Dalam regu, mereka harus bekerja sama selama seluruh rangkaian kegiatan. Memasak bersama melatih mereka berbagi tugas dan tanggung jawab. Jelajah siang dan malam juga menuntut kekompakan. Melalui kegiatan ini, siswa belajar hidup bersama orang lain.

Analisis Ruang dan Struktur Sosial

Area perkemahan menjadi ruang belajar yang berbeda dari sekolah. Setiap regu memiliki peran dan tugas masing-masing. Ada siswa yang bertugas memasang tenda dan ada pula yang menyiapkan makanan. Struktur dalam regu membantu kegiatan berjalan tertib dan teratur. Siswa belajar bahwa kerja sama memerlukan aturan yang disepakati bersama.

Nilai yang Terluka

Selama kegiatan, terkadang muncul perbedaan pendapat antar teman. Ada siswa yang merasa lelah atau kesal saat mengikuti kegiatan outbound ngesot di tanah. Perasaan tersebut sempat membuat suasana kurang nyaman. Namun, siswa diajak untuk saling memahami satu sama lain. Dari pengalaman ini, mereka belajar mengendalikan emosi.

Kesadaran Diri

Jelajah malam menjadi momen bagi siswa untuk mengenal diri sendiri. Mereka merasakan rasa takut, lelah, sekaligus berani dalam waktu yang bersamaan. Kegiatan ini melatih keberanian dan kesabaran. Siswa belajar untuk tidak mudah menyerah. Kesadaran diri pun tumbuh melalui pengalaman tersebut.

Olah Rasa dan Empati

Selama berkemah, siswa belajar peduli terhadap teman. Ketika ada teman yang mengalami kesulitan, siswa lain berusaha membantu. Api unggun menjadi waktu yang tepat untuk berbagi cerita dan pengalaman. Mereka saling mendengarkan dengan penuh perhatian. Empati tumbuh dari kebersamaan selama kegiatan berlangsung.

Niat Perubahan

Pengalaman berkemah memberikan banyak pelajaran berharga bagi siswa. Mereka memiliki keinginan untuk menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab. Kegiatan kelompok mengajarkan pentingnya kerja sama. Siswa juga belajar menghargai waktu dan mematuhi aturan. Niat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik mulai tumbuh.

Etika Beradab

Selama berkemah, siswa diajarkan untuk menjaga sikap dan perilaku. Mereka belajar berbicara dengan sopan kepada teman dan pendamping. Lingkungan sekitar dijaga agar tetap bersih dan rapi. Tidak merusak alam menjadi aturan penting yang harus dipatuhi. Etika beradab ini menjadi kebiasaan yang baik.

Rasa Memiliki Ruang Sosial

Tenda dan area perkemahan digunakan bersama oleh seluruh regu. Siswa merasa memiliki tanggung jawab untuk menjaga tempat tersebut. Setelah kegiatan selesai, mereka membersihkan area yang digunakan. Rasa kebersamaan pun semakin kuat. Ruang sosial menjadi tempat belajar dan bertumbuh bersama.

Sikap Merawat Nilai

Nilai-nilai yang dipelajari selama kegiatan berkemah perlu terus dijaga. Siswa belajar saling menghargai dan saling membantu. Kebiasaan baik ini diharapkan dapat diterapkan di sekolah maupun di rumah. Pengalaman berkemah menjadi kenangan yang berharga. Nilai-nilai positif tersebut perlu terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari.

Postingan Terkait

Cari Blog Ini