2026/01/22

BLANKONERS: Kesadaran Warga Menjaga Lingkungan Kampung

 


Oleh : Jason Li, Ekstrakurikuler SMP Bina Budi Mulia

B – Berjumpa Realita

Warga menyadari bahwa selokan di kampung sering tersumbat dan menimbulkan bau tidak sedap. Sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan menjadi penyebab utama masalah tersebut.

L – Lacak Jejak Masalah

Setelah ditelusuri, kebiasaan ini sudah berlangsung lama. Hal ini terjadi karena belum tersedia tempat sampah bersama dan tidak ada jadwal pengangkutan sampah yang jelas.

A – Analisis Ruang dan Sosial

Kampung memiliki gang yang sempit dan rumah-rumah saling berhimpitan. Selain itu, belum ada sistem pengelolaan sampah yang disepakati oleh RT dan warga, sehingga masalah terus berulang.

N – Nilai yang Terabaikan

Nilai kebersihan, kepedulian, dan kenyamanan bersama mulai terabaikan. Kebiasaan individualistik membuat warga kurang memperhatikan dampak bagi lingkungan sekitar.

K – Kesadaran Diri

Warga mulai menyadari bahwa mereka juga ikut berkontribusi terhadap masalah tersebut. Mereka tidak hanya menyalahkan pihak lain, tetapi mulai melihat kesalahan sendiri.

O – Olah Rasa dan Empati

Muncul rasa empati terhadap tetangga yang terdampak banjir kecil dan bau tidak sedap. Anak-anak dan lansia menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.

N – Niat Perubahan

Warga sepakat untuk mengubah kebiasaan lama. Mereka berkomitmen mengelola sampah dengan lebih tertib dan menghidupkan kembali semangat gotong royong.

E – Etika Bersama

Disepakati aturan tentang waktu membuang sampah, pemilahan sederhana, serta sanksi sosial yang bersifat mendidik. Aturan ini dibuat demi kebaikan bersama.

R – Rasa Memiliki Ruang Sosial

Kampung dipandang sebagai ruang bersama yang harus dijaga. Bukan hanya tempat tinggal sementara, tetapi tempat hidup yang nyaman untuk semua warga.

S – Sikap Merawat Nilai

Warga rutin melakukan kerja bakti dan saling mengingatkan. Nilai kebersihan dan kepedulian terus dirawat agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman.

Postingan Terkait

Cari Blog Ini