BLANKONERS: Kesadaran Warga Menjaga Lingkungan Kampung
Oleh : Jason Li, Ekstrakurikuler SMP Bina Budi Mulia
B – Berjumpa Realita
Warga menyadari bahwa selokan di kampung sering tersumbat dan menimbulkan bau tidak sedap. Sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan menjadi penyebab utama masalah tersebut.
L – Lacak Jejak Masalah
Setelah ditelusuri, kebiasaan ini sudah berlangsung lama. Hal ini terjadi karena belum tersedia tempat sampah bersama dan tidak ada jadwal pengangkutan sampah yang jelas.
A – Analisis Ruang dan Sosial
Kampung memiliki gang yang sempit dan rumah-rumah saling berhimpitan. Selain itu, belum ada sistem pengelolaan sampah yang disepakati oleh RT dan warga, sehingga masalah terus berulang.
N – Nilai yang Terabaikan
Nilai kebersihan, kepedulian, dan kenyamanan bersama mulai terabaikan. Kebiasaan individualistik membuat warga kurang memperhatikan dampak bagi lingkungan sekitar.
K – Kesadaran Diri
Warga mulai menyadari bahwa mereka juga ikut berkontribusi terhadap masalah tersebut. Mereka tidak hanya menyalahkan pihak lain, tetapi mulai melihat kesalahan sendiri.
O – Olah Rasa dan Empati
Muncul rasa empati terhadap tetangga yang terdampak banjir kecil dan bau tidak sedap. Anak-anak dan lansia menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.
N – Niat Perubahan
Warga sepakat untuk mengubah kebiasaan lama. Mereka berkomitmen mengelola sampah dengan lebih tertib dan menghidupkan kembali semangat gotong royong.
E – Etika Bersama
Disepakati aturan tentang waktu membuang sampah, pemilahan sederhana, serta sanksi sosial yang bersifat mendidik. Aturan ini dibuat demi kebaikan bersama.
R – Rasa Memiliki Ruang Sosial
Kampung dipandang sebagai ruang bersama yang harus dijaga. Bukan hanya tempat tinggal sementara, tetapi tempat hidup yang nyaman untuk semua warga.
S – Sikap Merawat Nilai
Warga rutin melakukan kerja bakti dan saling mengingatkan. Nilai kebersihan dan kepedulian terus dirawat agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman.

