2026/01/23

Belajar Nilai Sosial dan Sejarah di Candi Prambanan

 

Oleh : Jeslyn, Ektrakurikuler, SMP. Bina Budi Mulia  Kota Malang

B – Berjumpa Realita

Pada pertengahan tahun 2024, saya pergi ke Yogyakarta bersama keluarga. Setibanya di Yogyakarta, kami memesan kamar hotel terlebih dahulu. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan. Di sana, kami berjalan-jalan mengelilingi area candi, mempelajari sejarah Candi Prambanan, serta mengabadikan momen dengan berfoto bersama. Kunjungan ini membuat saya berjumpa langsung dengan salah satu peninggalan sejarah Indonesia.

L – Lacak Jejak Sosial

Saat berada di Candi Prambanan, saya melihat bangunan candi yang sangat besar dengan patung-patung dan pahatan yang indah. Banyak wisatawan lain yang datang untuk berkeliling dan berfoto. Di sekitar area candi, terdapat pedagang yang menjual gantungan kunci miniatur dan berbagai oleh-oleh. Dari pengamatan tersebut, saya memahami bahwa Candi Prambanan tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga menjadi ruang sosial bagi banyak orang.

A – Analisis Ruang dan Susunan Sosial

Candi Prambanan memiliki pembagian ruang yang jelas, seperti pintu masuk, halaman utama, dan pintu keluar. Di pintu masuk, terdapat petugas yang mengatur pengunjung. Di area dalam, wisatawan dapat berjalan-jalan dan berfoto, sedangkan di sekitar luar area candi terdapat pedagang yang menjual oleh-oleh. Susunan ruang dan aktivitas masyarakat di kawasan ini menunjukkan adanya keteraturan dalam pengelolaan tempat wisata.

N – Nilai yang Terluka

Di beberapa bagian kawasan Candi Prambanan, masih terlihat pengunjung yang membuang sampah sembarangan, meskipun tempat sampah telah disediakan. Selain itu, ada juga wisatawan yang menaiki bangunan candi walaupun sudah ada larangan. Perilaku tersebut dapat merusak kebersihan, keindahan, dan kelestarian candi. Hal ini menunjukkan bahwa nilai kepedulian belum sepenuhnya diterapkan oleh semua pengunjung.

K – Kesadaran Diri

Sebagai pengunjung, kita harus memiliki kesadaran diri saat berada di tempat wisata. Kita perlu membuang sampah pada tempatnya dan menaati semua aturan yang berlaku. Dengan bersikap tertib, kita ikut menjaga kebersihan dan keindahan Candi Prambanan. Kesadaran diri membuat kita menjadi pengunjung yang bertanggung jawab.

O – Olah Rasa dan Empati

Di sekitar kawasan Candi Prambanan, saya melihat para pedagang yang mencari nafkah setiap hari. Kita perlu bersikap sopan saat berinteraksi dengan mereka, baik saat membeli maupun tidak membeli dagangan mereka. Dengan sikap ramah dan menghargai, kita menunjukkan rasa empati kepada sesama.

N – Niat dan Perubahan

Kunjungan ini menumbuhkan niat dalam diri saya untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan ketertiban. Jika sebelumnya masih kurang peduli, kini saya berusaha membuang sampah pada tempatnya dan menaati aturan. Perubahan kecil ini dapat membuat tempat wisata menjadi lebih nyaman bagi semua orang.

E – Etika Beradab

Saat berkunjung ke candi, kita harus bersikap sopan kepada petugas, pedagang, dan sesama pengunjung. Kita perlu berbicara dengan baik dan mematuhi aturan yang ada. Dengan etika yang baik, suasana wisata menjadi aman dan nyaman. Sikap ini menunjukkan bahwa kita adalah pengunjung yang beradab.

R – Rasa Memiliki Ruang Sosial

Sebagai pengunjung Candi Prambanan, kita perlu memiliki rasa ikut memiliki terhadap tempat ini. Kita harus menjaga kebersihan fasilitas dan menaati aturan yang berlaku. Dengan sikap peduli, kawasan wisata akan tetap nyaman dan lestari. Inilah bentuk rasa memiliki terhadap ruang sosial.

S – Sikap Merawat Nilai

Dari kunjungan ke Candi Prambanan, saya belajar pentingnya merawat nilai kebaikan. Sikap tertib, peduli, dan bertanggung jawab harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan merawat nilai-nilai tersebut, kita turut menjaga warisan budaya agar tetap lestari untuk generasi berikutnya.

Postingan Terkait

Cari Blog Ini