Alam sebagai Guru Kehidupan
Oleh : Alicia, Ekstrakurikuler SMP Bina Budi Mulia Kota Malang
B – Berjumpa Realita
Kunjungan ke Batu Love Garden menjadi momen berjumpa langsung dengan realita pengelolaan lingkungan wisata edukatif. Peserta menyaksikan bagaimana keindahan alam dirawat secara terencana dan berkelanjutan. Interaksi dengan tanaman serta ruang terbuka menghadirkan pengalaman nyata, bukan sekadar teori. Realitas ini menunjukkan bahwa pelestarian alam membutuhkan usaha, ketekunan, dan kedisiplinan. Dari perjumpaan tersebut, peserta memperoleh pemahaman yang lebih konkret tentang hubungan antara manusia dan alam.
L – Lacak Jejak Sosial
Di Batu Love Garden, peserta melacak jejak sosial melalui sejarah pengembangan kawasan wisata dan edukasi pertanian. Setiap zona taman mencerminkan keterlibatan manusia dalam membentuk dan merawat ruang hijau. Jejak ini memperlihatkan kerja sama antara pengelola, pekerja, dan pengunjung. Ruang wisata tidak tercipta secara instan, melainkan melalui proses sosial yang panjang. Pemahaman ini menumbuhkan penghargaan terhadap upaya kolektif yang ada di dalamnya.
A – Analisis Ruang dan Struktur Sosial
Batu Love Garden menjadi ruang belajar untuk menganalisis pengelolaan dan struktur sosial. Tata letak taman, aturan kunjungan, serta pembagian fungsi ruang menunjukkan sistem yang terorganisasi dengan baik. Struktur ini mengatur interaksi antara manusia, alam, dan institusi pengelola. Peserta dapat melihat bagaimana tanggung jawab dijalankan dalam pengelolaan ruang publik. Analisis ini membantu memahami pentingnya pengelolaan ruang yang tertib dan berkeadilan.
N – Nilai yang Terluka
Kegiatan di Batu Love Garden juga menyadarkan peserta akan nilai lingkungan yang sering terluka di tempat lain. Keindahan taman menjadi kontras dengan kerusakan alam akibat kelalaian manusia. Perbandingan tersebut menimbulkan rasa prihatin dan refleksi mendalam. Nilai kelestarian dan keseimbangan alam kerap diabaikan demi keuntungan sesaat. Kesadaran akan luka ini memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.
K – Kesadaran Diri
Berada di Batu Love Garden mendorong peserta membangun kesadaran diri. Sikap menjaga kebersihan dan menaati aturan menjadi cerminan perilaku pribadi. Peserta menyadari perannya sebagai bagian dari ruang sosial dan alam. Kesadaran ini mengajak untuk lebih bertanggung jawab dalam tindakan sehari-hari. Dari sini tumbuh sikap bijak dan peduli lingkungan.
O – Olah Rasa dan Empati
Olah rasa dan empati berkembang saat peserta menikmati suasana asri Batu Love Garden. Keindahan taman menumbuhkan rasa syukur dan ketenangan batin. Peserta belajar berempati terhadap alam yang perlu dijaga bersama. Kepekaan ini memperhalus cara pandang terhadap lingkungan sekitar. Empati menjadi dasar terbangunnya hubungan harmonis antara manusia dan alam.
N – Niat Perubahan
Pengalaman di Batu Love Garden menumbuhkan niat perubahan dalam diri peserta. Niat tersebut muncul untuk mulai menerapkan perilaku ramah lingkungan. Perubahan kecil, seperti mengurangi sampah dan menjaga kebersihan, menjadi langkah awal. Peserta menyadari bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Niat ini menjadi modal penting untuk tindakan yang berkelanjutan.
E – Etika Beradab
Etika beradab tercermin dari sikap peserta selama berada di Batu Love Garden. Menghormati aturan dan menjaga fasilitas menjadi bentuk tanggung jawab bersama. Peserta belajar bahwa ruang publik harus diperlakukan secara etis. Etika ini menjaga kenyamanan sekaligus kelestarian taman. Dengan sikap beradab, kegiatan berlangsung tertib dan bermakna.
R – Rasa Memiliki Ruang Sosial
Kunjungan ke Batu Love Garden menumbuhkan rasa memiliki terhadap ruang sosial. Peserta merasa ikut bertanggung jawab menjaga keindahan taman. Rasa memiliki ini mendorong kepedulian dan partisipasi aktif. Taman tidak hanya dipandang sebagai tempat wisata, tetapi juga sebagai ruang bersama yang bernilai edukatif dan sosial.
S – Sikap Merawat Nilai
Sikap merawat nilai terbangun melalui refleksi setelah kegiatan di Batu Love Garden. Peserta diajak menjaga nilai kelestarian, kebersamaan, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut tidak berhenti pada saat kunjungan saja, melainkan diwujudkan dalam kebiasaan sehari-hari. Dengan merawat nilai, pengalaman di Batu Love Garden menjadi bermakna dan berkelanjutan.

