2025/12/14

Kelinci, Harimau, dan Gendang Jaipong Kejujuran

 



Di sebuah hutan yang subur di tanah Pasundan, dibelahan Barat pulau Jawa, hiduplah seekor Kelinci kecil bernama Cila dan Harimau bernama Arya. Hutan itu terkenal bukan hanya karena pepohonannya yang rindang dan damai, tetapi juga karena warganya yang gemar menjaga kearifan lokal, salah satunya Tarian Jaipong yang selalu ditampilkan setiap panen buah tiba.


Oleh : Dian Paramita, Mahasiswa Kelas C RPL Afirmasi 2025 UNIKAMA

Cila adalah kelinci yang lincah dan jujur. Ia sering membantu hewan lain tanpa pamrih. Sementara Arya, si Harimau berbadan besar dan menyeramkan, adalah penjaga hutan yang kuat, tetapi diam-diam ia memiliki sifat ingin menang sendiri. Ia merasa paling berkuasa karena tubuhnya besar dengan auman yang besar dan disegani lainnya.

Suatu hari saat musim panen buah tiba, para hewan sepakat mengadakan Festival Jaipong Hutan Ceria. Festival ini bertujuan mengajarkan anak-anak hewan tentang kebersamaan, kejujuran, dan keberanian tampil apa adanya. Semua hasil panen yang dikumpulkan akan dibagikan secara adil.

Namun, Arya tergoda. Ia diam-diam menyimpan sebagian buah mangga dan pisang di balik semak-semak, berniat mengambil lebih banyak untuk dirinya sendiri. “Tak akan ada yang tahu,” pikir Arya.

Ternyata Cila melihat hal itu. Dengan hati-hati, ia mendekati Arya dan berkata lembut,

“Arya, bukankah kita sudah sepakat untuk berbagi dengan jujur? Jika kamu mengambil lebih, yang lain pasti akan kekurangan.”

Arya menggeram pelan. “ hmmmm….. Aku Adalah penjaga hutan di Pasundan ini. Aku pantas mendapat lebih Cilla ”. Cila pun terdiam.

Saat festival dimulai, gendang Jaipong ditabuh dengan riang. Gerakan tari yang lincah, tegas, dan penuh semangat menggambarkan keberanian, kejujuran, dan tanggung jawab. Cila menari dengan ceria, gerakannya sederhana namun tulus. Anak-anak hewan tersenyum melihatnya, semua terlihat Bahagia.

Ketika tiba giliran Arya, ia menari dengan kuat, tetapi langkahnya terasa berat. Hatinya gelisah. Di tengah tarian, ia teringat sebuah nasihat yang sering diceritakan oleh Pradja gajah tetua hutan, yang berasal dari Bung Hatta:

“Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak, agar sebagai manusia dan anggota keluarga masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan.”

Arya terdiam. Ia sadar, kekuatan sejatinya bukan untuk mengambil hak orang lain, melainkan untuk melindungi dan memberi teladan. Dengan penuh keberanian, Arya menghentikan tariannya dan berkata,

“Aku telah berbuat salah. Aku mengambil lebih dari yang seharusnya. Maafkan aku.”

Para hewan lainnya terkejut, lalu tersenyum lega. Kemudian Arya mengembalikan semua buah yang ia ambil. Cila lalu menghampirinya dan berkata,

“Kejujuran itu memang tidak selalu mudah, tapi membuat hati kita tenang, Arya.”

Sejak hari itu, Arya berubah. Ia menjadi penjaga hutan yang adil dan jujur. Festival Jaipong pun berakhir dengan tawa, makanan yang dibagi rata, dan hati yang bahagia.

Hutan Pasundan kembali damai, dan anak-anak hewan belajar, bahwa kejujuran adalah tarian paling indah dalam kehidupan.


Pesan Moral
Kita harus jujur, tidak boleh mengambil milik orang lain. Walaupun kita besar dan kuat, kita tetap harus berbuat baik. Jika berbuat salah, kita harus berani minta maaf. Berbagi dengan teman membuat semua bahagia. Jujur itu baik dan membuat hati senang.






Postingan Terkait

Cari Blog Ini