2025/12/14

Engklek Pelangi untuk Semua Anak

 


Di sebuah desa yang indah, ada sebuah sekolah kecil. Di halaman sekolah itu ada gambar engklek. Engklek digambar dengan kapur putih dan warna-warni. Setiap pagi, anak-anak suka bermain di sana.


Oleh : Rukanah Mahasiswa RPL AFIRMASI 2025 UNIKAMA

Pada suatu hari yang cerah, ada tiga sahabat baik yang sedang berbincang.

Mereka adalah Kertas, Pensil, dan Spidol.

Kertas terbaring rapi di bangku.

Ia berkata dengan suara lembut,

“Aku senang kalau semua anak menulis di atasku.

Anak laki-laki dan anak perempuan sama-sama boleh punya mimpi.”

Pensil tersenyum sambil mengangguk,

“Iya, semua anak itu berharga.

Semua anak punya hak untuk bermain, belajar, dan berbicara.”

Spidol datang sambil melompat-lompat.

Warnanya cerah dan ceria.

Ia berkata dengan semangat,

“Ayo, kita buat engklek ini jadi engklek kebaikan!”

Mereka pun bekerja bersama.

Spidol menggambar engklek dengan warna merah, kuning, hijau, dan biru.

Pensil menulis kata-kata sederhana di setiap kotak.

Kotak pertama bertuliskan BERMAIN,

kotak kedua BELAJAR,

kotak ketiga BERANI BICARA,

dan kotak terakhir SEMUA SAMA.

Sambil bekerja, Kertas bercerita,

“Dulu, ada anak perempuan yang tidak boleh sekolah.

Mereka tidak boleh membaca dan menulis.”

Pensil berkata pelan,

“Padahal semua anak berhak belajar.

Anak perempuan dan anak laki-laki sama-sama pintar.”

Pensil lalu melanjutkan,

“Di Indonesia ada Ibu hebat bernama R.A. Kartini.

Ia ingin semua anak perempuan bisa sekolah.

Ia ingin semua anak tumbuh pintar dan berani.”

Spidol tersenyum lalu menulis kalimat besar di atas Kertas:

Habis Gelap Terbitlah Terang

Spidol berkata ceria, 

“Itu artinya, setelah susah akan datang senang.

Kalau rajin belajar, masa depan jadi cerah.”

Tak lama kemudian, anak-anak datang ke halaman sekolah.

Mereka melihat engklek yang indah.

Mereka pun mulai bermain bersama.

Anak-anak melompat dari satu kotak ke kotak lain.

Mereka membaca tulisannya bersama-sama.

“Bermain!”

“Belajar!”

“Berani bicara!”

“Semua sama!”

Anak laki-laki dan anak perempuan bermain rukun.

Mereka saling menunggu giliran.

Mereka tidak berebut.

Mereka saling menyemangati.

Kertas merasa sangat bahagia.

Ia berkata,

“Semua anak bermain dengan adil.”

Pensil menambahkan,

“Kalau sejak kecil belajar adil dan berbagi, anak-anak akan tumbuh jadi anak baik.”

Spidol lalu menggambar pelangi besar di sekitar engklek.

Pelangi itu sangat indah.

Spidol berkata,

“Pelangi punya banyak warna.

Walaupun berbeda, pelangi tetap indah.

Anak-anak juga begitu.

Walaupun berbeda, semua tetap teman.

Sejak hari itu, engklek di halaman sekolah bukan hanya tempat bermain.

Engklek menjadi tempat belajar tentang kebaikan, keadilan, dan saling menghargai.

Pesan Moral

Semua anak berhak bermain dan belajar. 

Anak laki-laki dan perempuan itu sama

Belajar membuat kita pintar dan berani

Bermain rukun membuat hati senang

Perbedaan itu indah jika saling menyayangi

Postingan Terkait

Cari Blog Ini