2025/11/16

RITUAL ADAT WULLA PODDU DAN NILAI PANCASILA



Pulau Sumba dikenal dengan budaya atau adat yang sangat kental dan masi dilestariakn hingga saat ini. Salah satunya adalah ritual adat wulla poddu, ritual adat ini diselenggarankan satu tahun sekali yang mana bertujuan untuk memohon pengampunan dosa kepada masyarakat kepercayaan marapu. 

Oleh : HUTRI TENA BOLO, Mahasiswa Prodi PPKN Universitas PGRI Kanjuruhan Malang



Gagasan

Ritual ini diadakan pada bulan Oktober hingga November yang dimana selama ritual ini dijalankan semua aktivitas masyarakat dihentikan sementara, aktivitas yang dimaksud seperti pesta adat, buat rumah dan lain sebagainya. Wulla Poddu adalah suatu ritual yang paling sakral di pulau sumba tepatnya Sumba Barat Kecamatan Loli yang dimana pada masa Wulla Poddu ini masyarakt setempat percaya bahwa ritual ini bisa membawah berkat dan kedamaian dalam lingkungan masyarakat. Pada Wulla Poddu adalah bulan suci yang penuh makna bagi mereka yang menganut kepercayaan marapu dan bukan hanya mereka saja tapi semua masyarakat setempat.


Alasan 

Judul ini peneliti angkat karena adanya keseuaian antara nilai-nilai pancasila dalam ritual tersebut yang dimana hal ini tidak disadari oleh semua orang bahkan mereka yang menjalankan ritual adat tersebut sehingga peneliti menarik untuk mengangkat judul tersebut. Disisi lain juga sebagai generasi muda harus berperan aktif dalam mempertahankan budaya atau ritual adat sehingga peneliti mengembangkan dalam bentuk tulisan. 

Rumusan

Berdasar narasi diatas, ada beberapa bertanyaan muncul. Bagaimana bentuk pelaksanaan ritual adat Wulla Poddu di Kampung Gollu Kabupaten Sumba Barat? 

Bagaimana implementasi nilai-nilai pancasila dalam ritual adat Wulla Poddu? 

Bagaimana masyarakat adat dalam memperkuat implementasi nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari melalui pelaksanaan ritual adat Wulla Poddu?

Uraian 

Bentuk pelaksanna Ritual Wulla Poddu terdiri dari beberapa tahapan yang disusun secara adat, mulai dari Tobba Wanno yang menandai masuknya bulan suci, kaleisuna atau undangan kepada seluruh suku, regga kulla yang dimana pada fase ini menyambut tamu yang sudah diundang, dan yang terakhir mana’a sebagai puncak dari ritual tersebut dengan membawah persembahan kepada leluhur berupa ayam dan babi.

Dalam ritual Wulla Poddu sangat tercermin sekali adanya implementasi nilai-nilai pancasila yang diman masyarakat secara sadar maupun tidak sadar mengakui adanya kesesuaian antara nilai-nilai yang terkandung dalam ritual Wulla Poddu dengan nilai-nilai Pancasila. Misalnya, Sila Pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” sangat menonjol dalam setiap tahapan doa dan persembahan kepada leluhur dan Sang Pencipta. 

Sila Kedua tercermin karena adanya saling menghargai satu sama yang lain tanpa memandang derajat , Sila Ketiga tercermin dalam semangat gotong royong masyarakat setempat dalam mengikuti ritual tersebut dengan cara saling menolong satu sama yang lain. 

Sila Keempat, sangat terlihat dalam proses musyawarah tua adat dalam merencanakan konsep ritual tersebut sehingga tercapainya keputusan bersama. Sila Kelima sangat tercermin dalam proses pemberian persembahan karena disini sangat diperhatikan leluhurnya berapa yang diberi persembahan.

Masyarakat adat sangat menghargai nilai-nilai pancasila dengan cara menghargai ritual tersebut itu adalah bentuk pengamalkan Nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari mereka sebagai masyarakat adat.



Dampak

Penelitian ini sangat berdampak pada masyarakt karean bisa dijadikan pedoman bacaan kepada mereka generasi yang akan datang bahwa ritual tersebut tidak hanya sebuah bentuk penghargaan terhadap leluhur tetapi sebagai bentuk perhargaan terhadap Nilai-Nilai Pancasila sebagai dasar negara. Dengan adanya penelitian ini semoga bisa memberikan dampak besar kepada masyarakat bahwa ritual Wulla Poddu ini harus di lestarikan sampai kapanpun karena ini adalah bentuk pengamalan Nilai-Nilai Pancasila.



Ajakan 

Saya mengajak seluruh masyarakat Sumba Barat untuk mempertahankan dan melestarikan budaya yang ada di Sumba Barat khususnya generasi muda. 

Tidak cukup hanya mau mempelajari saja ilmunya tapi harus diterapkan dalam sebuah tulisan sehingga bisa di baca oleh semua orang tentang budaya yang ada disumba barat seperti ritual Wulla Poddu tersebut.

Postingan Terkait

Cari Blog Ini