2025/11/09

Blankonisme VS Bantengan


Kelompok Bantengan sering kali mengutamakan solidaritas dan kerukunan antaranggota serta kesenangan masyarakat di atas kepentingan individu atau material, sehingga secara aktif menjalankan tanggung jawab komunal untuk melestarikan warisan budaya lokal. 


Oleh : Dwi Puji Astuti, Mahasiswa RPL AFIRMASI 2025 UNIKAMA


Blankonisme berakar kuat sebagai landasan karakter berbudaya dan Kewargaan Welas Asih, terpusat pada konsep Lapisan Sosial (Empatik) dan praktik Kewargaan sebagai Welas Asih (Citizenship as Compassion). Makna utamanya adalah Blankonisme mengajarkan bahwa pembentukan karakter yang berbudaya diwujudkan melalui kesadaran sosial dan empati dalam suasana harmoni (rukun), di mana setiap individu tidak hidup hanya untuk diri sendiri. Sebaliknya, individu terikat dalam tanggung jawab komunitas yang berlandaskan kearifan lokal Nusantara.


 Realisasi Blankonisme dalam kehidupan sehari-hari termanifestasi dalam praktik kearifan lokal yang mengajarkan nilai-nilai kolektivitas dan solidaritas sosial secara nyata. Ini mencakup semangat gotong royong—yaitu kerja bersama tanpa memandang perbedaan—serta menjunjung tinggi prinsip musyawarah dan mufakat dalam setiap pengambilan keputusan demi tercapainya kebaikan bersama. Dengan demikian, individu tidak hanya memahami, tetapi juga secara aktif menjalankan perannya sebagai bagian integral dari komunitas. Hal ini menjadikan welas asih sebagai landasan utama interaksi sosial, yang berujung pada terciptanya tatanan masyarakat yang adil, harmonis, dan berkelanjutan di Nusantara.


 Melalui permainan-permainan yang menuntut kerja sama tim dan tanggung jawab komunal ini, nilai-nilai luhur Blankonisme diinternalisasi sejak usia dini, membentuk individu yang tidak hanya cakap, tetapi juga memiliki karakter welas asih, rukun, dan berbudaya Nusantara.


Blankonisme, sebagai landasan karakter yang menekankan kesadaran sosial, empati, kolektivitas, dan Kewargaan Welas Asih, terwujud secara nyata dalam praktik kesenian tradisional Bantengan. Kesenian ini, yang berakar kuat pada kearifan lokal Nusantara, merupakan perwujudan kolektif dari prinsip-prinsip tersebut, mulai dari proses persiapan hingga pertunjukannya.

 

Implementasi Lapisan Sosial (Empatik) terlihat jelas dalam sistem paguyuban Bantengan yang mewajibkan seluruh anggota, mulai dari penabuh gamelan, penari, hingga pawang, untuk berpartisipasi dalam gotong royong secara total tanpa memandang status. Inti dari pertunjukan, yaitu topeng banteng yang dikendalikan oleh dua pemain, menuntut koordinasi, sinkronisasi, dan empati yang sangat tinggi; kegagalan satu pemain akan merusak keseluruhan harmoni, menegaskan pentingnya tanggung jawab kolektif.


Lebih jauh, Bantengan mengajarkan nilai fundamental "Guyup Rukun", yang merupakan praktik utama dari Kewargaan Welas Asih. Kelompok Bantengan sering kali mengutamakan solidaritas dan kerukunan antaranggota serta kesenangan masyarakat di atas kepentingan individu atau material, sehingga secara aktif menjalankan tanggung jawab komunal untuk melestarikan warisan budaya lokal. Dengan demikian, filosofi Blankonisme tidak hanya teoritis, melainkan hidup dan berdenyut dalam denyut nadi seni dan tradisi rakyat.

Postingan Terkait

Cari Blog Ini

Wisata Dan Kuliner Malang Bisnis Dan Layanan Bisnis Dan Layanan Kisah Ulama Sewa mobil di Malang Personal Branding Dan Bisnis Ide Rumah Berbagi dan Menginspirasi Layanan Dropshiphing Belajar Tokopedia Ide Souvenir Bisnis UMKM Inspirasi Ide Barang Mewah Bisnis Kuliner Android handphone, iphone, laptop, and gadget Produk kosmetik berkualitas Personal Branding Dan Jurnal pendidikan Swasta Pendidikan Anak Paud/TK Pendidikan Dasar Pendidikan Menengah Atas Pendidikan Gadget Dan Handphone bisnis digital Macam Bisnis Online Gadget, Komputer, Dan Handphone Wisata Kebumen Tren Properti Ide Desain Rumah Modern Wisata Lokal Bisnis Online Dan UMKM Bisnis Online Bisnis Online Kuliner Khas Jawa Jajanan Malang Wisata Indah Bisnis Terbaru pendidikan, sekolah Rumah Tangga dan Gaya Hidup Kecantikan dan Perawatan Diri Masakan dan Resep Travel dan Perjalanan Kesehatan dan Kebugaran Tutorial Software dan Aplikasi Konten Kreator Digital Creator Indonesia Infrastructure Monitoring PT Exact Global Teknologi cyber security Tips Keuangan Tips Reqrut Hrd Game PC Seru Meningkatkan Kinerja & Keamanan Perusahaan Bisnis Ide Terbaru Management Bisnis Game Lokal Indonesia Game Rekomendasi Terbaik Bisnis UMKM Terbaru Strategi Investasi Properti Rekomendasi Game Terseru Desain Rumah Terbaru Modern Properti Yang Cocok Untuk Invest Liburan Dan Membuat Konten SMP Islam Annuriyah Sekolah Dasar Islam Mbarot Berita Terkini Hari Ini Inspirasi Desain Interior Rumah Berita Dunia Terbaru Fakta Unik Dunia Review Game Terbaru Portal Game Online Tips Otomotif Motor Informasi Global Terkini Inspirasi Rumah Minimalis Info Hunian Idaman Hunian Modern Terbaru Referensi Hunian Keluarga Ide Desain Rumah Impian Gaya Hidup dan Aktivitas Harian Tips dan Trik Game Berita Otomotif dan Balap Rekomendasi Game Seru Modifikasi Motor Terbaru Dekorasi dan Interior Hunian Kabar Berita Nasional Rekomendasi Tempat Piknik Game Terpopuler Saat Ini Model Rumah Terbaru Inspirasi Rumah Idaman Kajian Islami dan Pesantren Informasi Otomotif dan Kecepatan Tips Memilih Tempat Tinggal Panduan Traveling Nusantara Destinasi Wisata Indonesia Info Wisata Terlengkap Dunia Game dan Esports Edukasi Anak dan Belajar Sambil Bermain Tips Bisnis Modal Kecil Ide Usaha Rumahan UMKM Go Digital Kuliner Khas Desa Cara Beli Rumah Mudah Investasi Properti Menguntungkan Peluang Cuan dan Keuangan Bisnis Digital dan Penghasilan Online Fakta dan Informasi Terpercaya Jurnal Berita dan Opini Kabar Jawa Tengah Terkini Kabar Jawa Timur Hari Ini Berita Metropolitan Terbaru Kabar Terupdate Hari Ini Arus Informasi Nasional Media Berita Nasional Suara Berita Daerah Berita Pers Terkini Portal Berita Terpercaya Parenting dan Dunia Anak Majalah Gaya Hidup dan Traveling Informasi dan Berita Daerah Inspirasi Gaya Hidup Harian Panduan Esports dan Game MOBA Pendidikan Islam Darul Hikmah SMK Laboratorium Unikama SMK Islam Kepanjen Sekolah Dasar Islam Mbarot