2025/10/22

EKSOS THEORY dan Telor Asin

 


Oleh : SULISTIJANIK, Mahasiswa RPL Afirmasi 2025 UNIKAMA, Guru TK BUNGA PERTIWI MALANG.


Kegiatan membuat telur asin bukan sekadar praktik sains atau memasak, tetapi juga media pendidikan karakter dan kewarganegaraan. Dengan mengaitkannya pada EKSOS THEORY  dan teori ekosistem Bronfenbrenner, kita bisa melihat bagaimana kegiatan sederhana ini membantu membentuk anak 


Kita sebagai warga Negara Indonesia yang baik oleh karena itu kita wajib menjaga dan terlibat secara sosial dalam kelestarian lingkungan. Saya sebagai guru ingin mengenalkan pada anak-anak bahwa alam Indonesia sangat kaya baik darat, udara dan laut. Contoh laut menghasilkan garam.

Suatu hari anak-anak belajar membuat telor asin bersama bu guru. Kegiatan ini sangat menyenangkan karena selain belajar memasak, kami juga belajar menjaga lingkungan.

Pertama-tama kami menyiapkan bahan-bahannya: Telor bebek (membeli dari wali murid), garam kasar, bata merah, plastik bekas (dari tanah liat yang dibakar), abu gosok (dibuat dari sisa pembakaran kayu di dapur), batu, air, baskom, plastik bekas karung beras, semua bahan berasal dari alam dan tidak mencemari lingkungan.


Langkah pertama: Telor bebek dicuci bersih (bu guru yang melakukan) agar tidak ada kotoran yang menempel. Setelah itu telur dikeringkan dengan kain bersih. Nilai ekologis: mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan dan menggunakan air secukupnya (tidak boros). Kemudian ibu guru mencampurkan bata merah, garam dan abu gosok hingga menjadi adonan, dalam proses pencampuran ini anak-anak bisa membantu mencampurnya dengan tangan (dengan pengawasan dari ibu guru). Nilai ekologis: mengenalkan bahwa bahan dari tanah bisa dimanfaatkan tanpa bahan kimia, ramah lingkungan. 

Langkah kedua: Telur dibalut dengan adonan, lalu disimpan dalam wadah tertutup selama 10-14 hari. Nilai ekologis: Proses pengawetan alami tanpa mesin dan tanpa bahan pengawet buatan.

Langkah ketiga: Setelah beberapa hari, telur dibersihkan dari adonan, lalu direbus hingga matang. Nilai ekologis: Anak belajar bahwa energy panas bisa digunakan secara bijak, dan limbah abu bisa dikembalikan ke tanah.

Langkah keempat: Akhirnya anak-anak bisa mencicipi telur asin buatan sendiri. Rasanya enak dan asin. Anak-anak pun senang karena bisa belajar sambil mengenal proses pengawetan makanan secara alami.

1. Kegiatan Membuat Telur Asin

Membuat telur asin adalah kegiatan sederhana yang melibatkan proses perendaman telur (biasanya telur bebek) dalam larutan garam atau campuran tanah liat dan abu selama beberapa hari hingga asin meresap. Kegiatan ini sering dilakukan di sekolah PAUD atau SD sebagai kegiatan pembelajaran berbasis lingkungan dan budaya lokal.

2. Nilai Kewarganegaraan yang Tercermin

Melalui kegiatan membuat telur asin, anak-anak dapat belajar berbagai nilai kewarganegaraan, antara lain:

Gotong royong : Anak bekerja sama menyiapkan bahan dan melakukan proses pembuatan telur asin bersama-sama.

Tanggung jawab : Anak belajar bertanggung jawab menjaga telur yang sedang diasinkan agar tidak rusak.

Kedisiplinan : Proses membutuhkan waktu dan ketelitian — anak belajar disiplin dalam mengikuti langkah-langkahnya.

Cinta produk lokal dan budaya : Membuat telur asin mengenalkan anak pada kearifan lokal Indonesia, khususnya dalam pengolahan pangan tradisional.

Kepedulian lingkungan : Anak memahami pentingnya menggunakan bahan alami (seperti tanah liat dan abu) tanpa mencemari lingkungan.


 3. Kaitan dengan  EKSOS THEORY dan Teori Ekosistem Bronfenbrenner

Menurut Urie Bronfenbrenner, perkembangan anak dipengaruhi oleh berbagai sistem lingkungan yang saling berinteraksi. Kegiatan membuat telur asin bisa dikaitkan dengan teori ini:

Mikrosistem : Anak belajar langsung di lingkungan terdekat, misalnya di sekolah bersama guru dan teman.

Mesosistem : Terjadi interaksi antara sekolah dan keluarga — orang tua bisa ikut membantu anak mempraktikkan di rumah.

Eksosistem : Kegiatan didukung oleh kebijakan sekolah atau komunitas lokal yang mengajarkan budaya daerah.

Makrosistem : Nilai budaya dan tradisi Indonesia (seperti gotong royong dan pemanfaatan bahan alami) memengaruhi kegiatan ini.

Kronosistem : Anak belajar bahwa proses membuat telur asin membutuhkan waktu (hari ke hari) sehingga memahami konsep waktu dan kesabaran.

Kesimpulan

Kegiatan membuat telur asin bukan sekadar praktik sains atau memasak, tetapi juga media pendidikan karakter dan kewarganegaraan. Dengan mengaitkannya pada EKSOS THEORY  dan teori ekosistem Bronfenbrenner, kita bisa melihat bagaimana kegiatan sederhana ini membantu membentuk anak menjadi warga negara yang peduli lingkungan, menghargai budaya, dan mampu bekerja sama dalam masyarakat.

Postingan Terkait

Cari Blog Ini

Wisata Dan Kuliner Malang Bisnis Dan Layanan Bisnis Dan Layanan Kisah Ulama Sewa mobil di Malang Personal Branding Dan Bisnis Ide Rumah Berbagi dan Menginspirasi Layanan Dropshiphing Belajar Tokopedia Ide Souvenir Bisnis UMKM Inspirasi Ide Barang Mewah Bisnis Kuliner Android handphone, iphone, laptop, and gadget Produk kosmetik berkualitas Personal Branding Dan Jurnal pendidikan Swasta Pendidikan Anak Paud/TK Pendidikan Dasar Pendidikan Menengah Atas Pendidikan Gadget Dan Handphone bisnis digital Macam Bisnis Online Gadget, Komputer, Dan Handphone Wisata Kebumen Tren Properti Ide Desain Rumah Modern Wisata Lokal Bisnis Online Dan UMKM Bisnis Online Bisnis Online Kuliner Khas Jawa Jajanan Malang Wisata Indah Bisnis Terbaru pendidikan, sekolah Rumah Tangga dan Gaya Hidup Kecantikan dan Perawatan Diri Masakan dan Resep Travel dan Perjalanan Kesehatan dan Kebugaran Tutorial Software dan Aplikasi Konten Kreator Digital Creator Indonesia Infrastructure Monitoring PT Exact Global Teknologi cyber security Tips Keuangan Tips Reqrut Hrd Game PC Seru Meningkatkan Kinerja & Keamanan Perusahaan Bisnis Ide Terbaru Management Bisnis Game Lokal Indonesia Game Rekomendasi Terbaik Bisnis UMKM Terbaru Strategi Investasi Properti Rekomendasi Game Terseru Desain Rumah Terbaru Modern Properti Yang Cocok Untuk Invest Liburan Dan Membuat Konten SMP Islam Annuriyah Sekolah Dasar Islam Mbarot Berita Terkini Hari Ini Inspirasi Desain Interior Rumah Berita Dunia Terbaru Fakta Unik Dunia Review Game Terbaru Portal Game Online Tips Otomotif Motor Informasi Global Terkini Inspirasi Rumah Minimalis Info Hunian Idaman Hunian Modern Terbaru Referensi Hunian Keluarga Ide Desain Rumah Impian Gaya Hidup dan Aktivitas Harian Tips dan Trik Game Berita Otomotif dan Balap Rekomendasi Game Seru Modifikasi Motor Terbaru Dekorasi dan Interior Hunian Kabar Berita Nasional Rekomendasi Tempat Piknik Game Terpopuler Saat Ini Model Rumah Terbaru Inspirasi Rumah Idaman Kajian Islami dan Pesantren Informasi Otomotif dan Kecepatan Tips Memilih Tempat Tinggal Panduan Traveling Nusantara Destinasi Wisata Indonesia Info Wisata Terlengkap Dunia Game dan Esports Edukasi Anak dan Belajar Sambil Bermain Tips Bisnis Modal Kecil Ide Usaha Rumahan UMKM Go Digital Kuliner Khas Desa Cara Beli Rumah Mudah Investasi Properti Menguntungkan Peluang Cuan dan Keuangan Bisnis Digital dan Penghasilan Online Fakta dan Informasi Terpercaya Jurnal Berita dan Opini Kabar Jawa Tengah Terkini Kabar Jawa Timur Hari Ini Berita Metropolitan Terbaru Kabar Terupdate Hari Ini Arus Informasi Nasional Media Berita Nasional Suara Berita Daerah Berita Pers Terkini Portal Berita Terpercaya Parenting dan Dunia Anak Majalah Gaya Hidup dan Traveling Informasi dan Berita Daerah Inspirasi Gaya Hidup Harian Panduan Esports dan Game MOBA Pendidikan Islam Darul Hikmah SMK Laboratorium Unikama SMK Islam Kepanjen Sekolah Dasar Islam Mbarot