Perayaan Imlek Paroki Janti Malang
MALANG – Suasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti Gereja Katolik St. Yohanes Pemandi Janti, Kelurahan Bandungrejosari, pada Minggu (22/2/2026). Mengusung tema "Syukur dalam Keberagaman 2026", pihak paroki menggelar rangkaian acara yang memadukan kekhusyukan Misa Minggu Prapaskah I dengan semarak perayaan Tahun Baru Imlek.
Acara yang dipusatkan di halaman gereja ini menarik antusiasme tinggi, tidak hanya dari umat Katolik setempat, tetapi juga warga sekitar yang ingin menyaksikan keragaman budaya yang ditampilkan.
RD Stephanus Jemmy Fantaw, selaku Romo Kepala Paroki St. Yohanes Pemandi Janti, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya acara ini. Beliau menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan rasa syukur di tengah keberagaman yang ada di masyarakat. Kehadiran berbagai elemen sekolah dan komunitas menunjukkan bahwa perbedaan adalah kekayaan yang patut dirayakan bersama.
Semarak acara semakin terasa dengan penampilan bakat dari para siswa-siswi sekolah Katolik di bawah naungan Yayasan Santa Maria Malang. Berbagai jenjang pendidikan turut berpartisipasi, mulai dari: TKK Santa Maria 1, SDK Santa Maria 1, SMPK Santa Maria 1, dan SMAK Santa Maria Malang
Para siswa tampil mengenakan pakaian khas yang menambah warna di halaman gereja. Salah satu daya tarik utama yang memukau penonton adalah penampilan Barongsai dari Klenteng Eng An Kiong, yang memberikan nuansa akulturasi budaya yang kental dan dinamis.
Meskipun bertepatan dengan masa Prapaskah yang identik dengan pertobatan, perayaan ini menjadi bukti bahwa iman dan tradisi budaya dapat berjalan berdampingan dalam harmoni. Kerumunan warga yang memadati area gereja menjadi pemandangan yang menyejukkan, mencerminkan kuatnya toleransi beragama di wilayah Bandungrejosari, Malang.






